20. Dear... 2

1078 Kata

?? ~happy think~ Dee menepuk-nepuk punggung Ivo. Karena wanita paruh baya itu tetap menangis saat didapatinya sang putra yang tak juga sadar. "Ma, Darrel tidur bukan koma. Biarkan dia istirahat," ucap Dee. "Harusnya jangan tidur dulu. Mama pengen denger suara kakakmu, Dear." Kalau sudah begitu, Dee pun tak bisa buka mulut lagi, mencoba memahami perasaan ibunya. Tatapnya terarah pada perutnya yang kian membuncit. Dia juga akan menjadi seorang ibu. Segera. Merasakan mencoba menebak-nebak bagaimana perasaannya bila hal yang sama menimpa dirinya. Akankah sesedih Ivo? Bibirnya tertarik, merasakan perasaan haru menyeruak, merambati hatinya secara tiba-tiba. "Ya udah, Dee ke kantin dulu ya? Beli minum. Tadi kan kita buru-buru, nggak prepare apa-apa." Dee menyampirkan tas selempangnya. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN