“Ini salah, harus nya tuh-“ Tsuki menggeram saat Nanda sudah memulai omelan nya. Tangan Nanda sibuk menunjuk nunjuk layar laptop nya dengan mulut yang terus bergerak menceramahi. “Urus bagian lo sendiri!” “Nggak bisa. Lo kan satu kelompok sama gue, kalau bagian lo salah nanti nilai gue juga ikut dikurangin.” “Lo bisa revisi punya gue nanti kalau gue udah selesai.” “Terus ngebiarin gue yang benerin bagian lo?! No no no.” Tsuki menjauhkan laptop nya, menyenderkan punggung nya di sandaran kursi sambil menatap Nanda berang. “Lo nyebelin, perhitungan banget sama temen.” Nanda berdecak. Dia menoleh kesamping dengan materi di tangan nya, menatap Tsuki dengan sorot malas. “Lo yang nyebelin. Gue nggak tau kalau lo bisa sebego ini, ini baru materi dasar loh.” “Bisa kalian nggak usah debat ter

