Sudah dua tahun sejak Gilang tidak menghubungi Nanda lagi. Nanda sudah tidak terlalu memikirkan nya. Dia kembali menjadi dirinya sendiri dan mulai menerima Arlan disisi nya, menerima saat Arlan terus mengatakan sayang tanpa membalasnya. “Ga, lo yakin nggak cinta sama gue?” Nanda tertawa pelan saat Haru terus mendesak Raga di hadapan nya. Perempuan ber-make up tebal itu terus terusan menempel dan mengatakan hal tidak bermutu lainnya kepada Raga. “Ga-“ “Gue nggak suka perempuan dempul semeter.” “Bukan gue dong! Dempul gue kan cuman satu mili.” Raga bangkit dari duduk nya, dia berlari cepat menuju Rega yang duduk di pojok kelas. Haru selalu mengejar nya saat Raga dengan gamblang nya menolak menjadi pacar nya setahun yang lalu. “Sama aja anjir! Pergi lo!” Raga berteriak seperti pengecut.

