Chapter 40

1414 Kata

Nanda menggeram, hujan mulai turun di saat yang tidak tepat. Paling tidak biarkan dia menaiki bus dulu agar tidak terjebak hujan di halte. Dengan Gilang di sebelah nya. Ponsel nya mati kehabisan batrei, dia jadi tidak bisa berpura pura di jemput lalu meninggalkan Gilang sendiri. “Nan,.” Nanda diam, pura pura tidak mendengar saat Gilang memanggil nama nya. “Nanda.” Gilang memanggil lagi. Nanda berbalik menghadap nya, poni nya yang sudah lepek terkena percikan hujan menutupi kening nya, mata Nanda menatap Gilang dalam. “Lo nggak bisa kayak gini.” Nanda berbisik. Gilang harus lebih mendekat lagi untuk tau apa yang Nanda katakan. “Menghilang selama 2 tahun dan nggak ngasih kabar apapun, trus lo dengan enteng nya duduk di samping gue tanpa rasa bersalah sedikitpun?” Nanda tidak menangis. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN