“Apa apaan ini, Nan?!” Tsuki bergumam. Raut wajah nya terlihat kaku dengan mata yang menatap lurus ke depan. Menatap Gilang yang duduk di kursi dengan buku di tangan nya. “Kenapa dia disini?” Tsuki menatap nya. Meminta penjelasan. Mata nya terlihat tidak percaya dengan apa yan dilihat nya. “Gimana sama Arlan?” Tsuki berbisik. Nanda melupakan nya. Arlan. Cowok yang kemarin mengatakan cinta nya. Kemarin menjadi momen besar bagi nya. Gilang pulang, dan dia tidak sempat memikirkan hal lainnya. “Lo udah tau pilihan gue jatuh dimana.” Lagian gue nggak mau nyakitin lo dengan pilih Arlan di samping gue. “Gilang ninggalin lo. 2 tahun, dan lo dengan enteng nya maafin gitu aja? Lo nggak punya harga diri?” Nanda tersinggung, dia tidak suka saat Tsuki menyebutnya tidak mempunyai harga diri hanya k

