Gilang memakai celana jins hitam dan kemeja biru polos sebagai atasan, tangan nya mengacak rambut nnya yang masih basah. Berjalan cepat menuruni tangga, Gilang mengambil kunci mobil di nakas lalu menuju dapur. “Bu, aku mau keluar dulu.” Gilang berpamitan, mencium pipi ibu nya. “Ke Nanda?” Gilang tertawa, “Enggak, dia masih marah sama aku.” “Kenapa?” “Kepergok Vero kemarin, dia nya langsung minta pulang, nggak nyaut pas aku ajak bicara. Marah kali.” Ibu menyerngit, “Ngapain marah? Cuman cium dikit, lagian Vero juga udah gede, udah bisa liat gituan.” “Malu. Tapi tadi minta jemput pas sore, sekalian jalan.” Ibu mendongak, menatap jam dinding yang masih menunjukkan pukul 9 pagi. “Ini masih pagi, kamu mau nungguin dia di kampus?” Gilang menggeleng, mengambil ayam bagian paha lalu duduk

