Sudah setahun lebih. Nanda sedang memasuki semester 3. Dia sudah tidak terlalu memikirkan Gilang, tidak peduli jika Gilang tidak menghubungi nya sama sekali, tidak mempersalahkan saat anak Fakultas Hukum menghina nya dengan nama Gilang sebagai pacuan. Arlan memang masih mendekati nya, tapi waktu nya lebih sering tersita untuk bekerja partime dan mengerjakan tugas. Dia sering mengirim makanan lewat gojek saat Nanda mengeluh lapar, sering membawa makanan ringan saat dia bertemu dengan Nanda di belakang gedung, sering memberikan hadiah kecil tanpa Nanda sadari. Arlan mungkin masih belum sadar, kesempatan nya dalam mengejar Nanda itu hampir tidak ada jika dia tidak segera mengungkapkan perasaan nya. Arlan terlalu bertele-tele, mungkin karena trauma yang dia alami saat SMA. Saat dimana dia men

