Chapter 25

1625 Kata

Gilang tidak bisa tidur. Otak nya terus memikirkan apa yang Pace katakan tadi pagi. Dia tau apa yang Pace katakan benar, hanya saja dia tidak terima jika akibat dari keegoisan nya benar benar terjadi. Dia tidak rela saat Nanda sudah melupakan nya dan memilih laki-laki lain. Mengerang. Gilang terduduk. Menatap hampa buku yang masih berserakan di depan nya. Bekas dia mengerjakan tugas minggu lalu. Gilang lupa membereskan nya, karena dalam seminggu dia pulang ke apartemen hanya saat dia libur atau saat mengambil buku saja. Gilang berdiri. Membuka tirai yang langsung menerangi seluruh kamar, membuat dia sedikit menyipit saking silau nya. Ini sudah siang. Gilang tidak bisa tidur sama sekali. Daripada bengong, Gilang membereskan buku nya. menumpuk nya menjadi satu lalu dia letakkan di atas me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN