Berpisah

1456 Kata
Berpisah... Dalam perjalanan anisa menuju kediaman Eliyana, Anisa yang dalam keadaan tidur terus memangil maggil sang ayah serta keringat dingin terus mengucur dari pori-pori,dahinya mengkerut menyiratkan rasa takut yang teramat sangat,tubuhnya bergetar,dan mulutnya terus merintih kesakitan "AYAHHHHHH" teriak gadis itu yang kemudian membuka mata hingga nafasnya tersengal hebat. Hal tersebut sontak membuat Joe dan lucy merasa panik Dan kuatir, dengan sigap Lucy langsung menyeka keringat dingin pada dahi Anisa mengunakan handuk kecil serta Joe langsung memeriksa keadaan detak jantung Anisa yang tadi sempat lemah kini berpacu dengan sangat kencang, yah Joe dapat melihat betapa tersiksanya gadis kecil yang ada pada pandangannya saat ini, Joe terus berusaha menenangkan Anisa, Morgan yang tadi focus nya kejalanan pun menoleh pada nona nya, memastikan jika semuanya keadaan baik dan melanjutkan perjalanannya menuju rumah nyonya Eliyana. Joe memeluk tubuh Anisa dan berusaha membuatnya tenag kembali serta memberikan kenyamanan untuk Anisa bahwa dirinya sudah terlindungi, "Kak Joe ..hiks..hiks...aku bermimpi ayah meningalkan aku sendiri, dia pergi kak .." Tangis Anisa di sela berbicaranya "Tenag nis ..tenaglah ..semuanya akan baik-baik saja, kau tenglah" ucap Joe yang mengelus bahu Anisa untuk menenangkan dirinya, Anisa pun juga tidak mengerti kenapa dirinya mermimpi sangat buruk seolah masih ada bayang-bayang wajah seorang Nicolas di sekelilingnya dan Ayahnya pergi entah mau kemana tanpa mau mengajaknya dan melepaskan kaitan tangannya dari gegangaman sang ayah dan sang ayah juga mengatakan kata perpisahan yang memyayat hati, seolah oleh mimpinya seperti sangat nyata. Anisa sungguh tidak akan sanggup jika dirinya harus berpisah dengan Ayahnya. Dan untunglah perjalanan menuju rumah Eliyana mulus tanpa hadangan, Eliyana yang memang sudah menunggu kedatangan Anisa yang telah diberitahukan Alan padanya Langsung berhambur memeluk tubuh rapuh Anisa yang begitu tampak mengenaskan dimatanya, tanggisnya pun tak terbendung dan mengkup pipi gadis yang sudah di anggapnya sebagai putrinya sendiri, mengingat jika Anisa yang sejak usinya 3 tahun sudah ditinggal oleh Elisa. Wajah cantik nan ayu itu tampak pucat dan sendu dan Eliyana langsung mengiring rombongan 4 orang itu menuju ruang peristirahatan dan membaringkan tubuh lemah Anisa di kamarnya. Sedangakan Morgan mengikuti nyonyanya itu "Tuan Alan bersama Tuan besar nyonya, dan saya belum bisa menghubunginya lagi" tampak raut kecemasan di wajah Eliyana "Aku mendapat kabar jika calon menantuku hari ini meninggal dari Alkas, setelah itu tidak bisa menghubhngi dia,aku harap kedua anak ku baik-baik saja dan juga hendra" ucap Eliyana yang begitu berharap jika keadaan akan membaik. Joe dan Lucy pun yang telah selesai mengecek kondisi Anisa tadi ikut membaur Dengan nyonya Eliyana "bagaimana keadaan Anisa Joe ?" Tanya Eliyana pada Joe dengan penuh harap, akan tetapi Joe hanya membalasnya dengan gelengan karena Eliyana tadi juga sudah mendengar dari Alan jika Anisa mengalami pemerkosaan sekaligus pelecehan seksual. Sungguh geram hati Eliyana yang mendengar penuturan putranya tadi leawat sambungan telefon, Eliyana benar-benar tidak bisa membayangkan jika putrinya yang dirawat dengan kasih sayangnya bak ibu sendiri, harus menerima kenyataan pahit jika putrinya diculik dan dinodai oleh lawan bisnis sang ayah mahendra. Selang beberapa saat, di ketengangan suasana ada satu pengawal Alkas yang datang ke mansion mengatakan berita yang begitu mengejutkan, Kean yang di beri kepercayaan oleh Alkas untuk memberi tau Eliyana dan yang lain jika Mahendra telah tewas tertembak oleh Nicolas membuat hati Eliyana bak tersabar petir dan tidak menyangka jika Mahendra adik iparnya itu begitu cepat meninggalkan putrinya yang masih membutuhkannya dan Eliyana benar-benar merasa kasihan dengan nasib Anisa yang menjadi yatim piatu. Namun Eliyana bwrjanji bahwa dirinya akan membuat Anisa tetap merasakan kasih sayang dari keluarganya dan sampai kapanpun Anisa akan di angapnya putri nya sendiri. ..... Di sisi lain Alkas menemukan mayat Merry yang telah bersimbah darah serta tak berbusana di dalam mobil jib berwarna hitam yang kerap kali wanita itu gunakan untuk mengangkut wanita-wanita penghibur untuk dibawa di club yang berpusat pada lembah kegelapan. Alkas dirinya tak berprasangka sedikit pun jika Merry akan mengalami kejadian yang begitu sangat na'as, mengetahui jika kekasih saudara kembarnya itu begitu cerdik sekaligus juga pintar dalam mengambil celah, "Topan, kau bereskan semua kekacauan ini.....kuburkan mayat merry dengan layak" ucap Alkas pada Topan yang juga adalah pengawalnya, yang kemudian di angguki oleh topan Dan segera melaksanakan perintah Dari atasannya. Kemudian Alkas segera menuju Mobil dan mengendarai nya menuju posisi dimana Alan berada, Dan membantu Alan untuk mempersiapkan pemakaman sang ayah yang telah meninggal, Karena Alan dengan segera menghubungi Alaks jika Mahendara telah tiada. *******XXX****** Kamar Penyekapan... PRAKKKKK.... Suara nyaring pecahan kaca yang pecah berhambur kemana mana bahkan mengenai wajah tampan seorang Nicolas, tangannya yang sudah berlumur darah kental pun ia abaikan, rasa sakitnya akibat tertusuk serpihan kaca pun tak dirasainya, yang ia rasakan saat ini ialah hanya kemrahan yang begitu memuncak dalam otaknya yang tak bisa mengontrol emosi mengetahui jika gadisnya telah hilang dari ruangan dan ranjang nikmatnya sekaligus mengetahui jika ada orang yang memang sengaja menjebaknya. Tentu, Nicolas tidak bodoh, dia mengetahui betul jika dirinya tidak menembak mahendra semudah itu bahakan setelah baku tembak terjadi dirinya masih sempat memeriksa dan mengambil semua selongsong pluru yang ada pada senjatanya dan masih utuh, dirinya tidak menembak siapapun dan pada aksi baku tembak terjadi hanya para pengawalnya saja yang melepaskan tembakan demi melindunginya. Tak lama Danton menghampiri Nicolas menjelaskan apa yang terjadi dan di mana Anisa sekarang berada. "Aku telah menemukan keberadaan gadismu Tuan,.. Merry telah menyelamatkannya dari ruangan ini dan sekarang sudah berada di kediaman nya bersama kakak ipar dari Mahendra yaitu ibu Alan, nyonya Eliyana" Nicolas terus mempeehatikan Danton "Aku mencoba mencari Merry untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya padamu tapi suruhanku menemukan Merry sudah bersimbah darah dan mati mengenaskan" "Wanita itu memang pantas mendapatkannya,... Lalu ?", sela Nicolas pada ucaoan Daton yang dipotongnya sambil mengeryitkan dahi memahami informasi yang di berikan Danton padanya, "Dan di balik terbunuhnya Merry ada nama Tuan Danu kepala gengster Dari Sekotersil termasuk penembakan yang dilakukan tadi pada Mahendra itu juga ulah dari Danu, yang memang sengaja ingin mengadu domba mu dengan Anak angkat dari Mahendara yaitu Alan dan niat busuknya juga ingin menjatuhkan dirimu juga bisnis yang ada ditanganmu, sehingga dia menjadi penguasa yang kuat dan menjadi satu-satunya jika diri mu jatuh", penjelasan Danton pada Nicolas, yang Nicolas rasai jika penyelidikan Danton memang mungkin saja tepat, mengingat jika kepala gengster dari Sekotersil memang memiliki dendam oleh dua belah pihak yaitu Mahendra Dan dirinya, Nicolas kemudian menyrigai dengan senyuman penuh misterinya dan memetikkan api dari pematik korek api "Orang bodoh...dia pikir dia akan menag melawanku hahhaha dia pasti akan mati ditanganku sendiri berani beraninya dia bermain main dengan Ku" ucap Nicolas dengan senyuman penuh dendamnya. "Lalu apakah kau akan menghadiri upacara pemakaman almarhum calon mertua mu ?" Tanya Danton pada tuannya Nicolas yang sedang mimincingkan sebelah matanya mendengar ucapan Danton tersebut, "Kapan upacara pemakaman itu di langsungkan ?" "Besok, tepat jam 4 sore hari" "Kosongkan jatawal ku untuk besok" "Baik Than" Danton yang kemudian pergi meninggalkan Tauanya setelah memberikan informsi, sedangkan Nicolas masih tampak berdiri memikirkan sesuatu, awalnya dirinya hanya ingin bermain-main saja memculiknya menjadikan Anisa sebagai bonekah s*x nya dan sebagai jaminan terhadap hendra yang berani memgacaukan bisnisnya akan tetapi setelah lama kelamaan dirinya menyadari bahwa dia telah jatuh pada tubuh serta gadis itu, sehingga dia enggan melepasnya bahkan rela memurahkan serta merendahkan diri pada musuh bisnisnya itu demi ingin menikahi sang anak Anisa, matanya tampak mengamati ranjang nya yang sempat di tempati oleh seorang gadis mungil dan polos dan baru hanya dialah yang menyentuhnya serta membuatnya hangat, "Anisa" gumamnya kumudian menjatuhkan tubuhnya diranjang dan mengingat kembali persetubuhan panas antara dirinya dan anisa hampir setiap malam yang membuatnya gila, hanya gadis itu yang bisa mbuatnya candu dan engan berpisah dari gadis itu, dirinya ingin memilikinya,seutuhnya dan untuk selmanya. BONUS About this story *... Hai aku Mauella sering disapa El dan namaku lengkap Dr. Manuella Bagastara, D.P.H. (Sepesialis bedah syaraf dan jantung) sekaligus Pesikolog mental illness, jadi kalau ada yang tanya cerita ini itu dari kisah nyata atau sekedar fiksi karangan, maka akan aku jawab bahwa cerita ini itu nyata yah walaupun aku sedikit bumbui beberapa juga sih. Jadi sebelum aku dapet tempat job praktek di Indonesia, aku sempet nyelseai in kuliah ku di LN luar negri di London terus aku pindah ke Amerika setelah lulus,kemudian aku dapat tempat praktek sekaligus magang disalah satu rumah sakit besar di Washington, nah di sinilah aku ketmu sama Anisa aku udah bisa nebak kalau anisa ini orang Indonesia Dari namanya pas aku baca dari orang resepsionis measkipun mukanya kayak orang Arab gitu, terus pas aku Tanya ternyata dia belasteran orang Dubai+Medan, ya pasti cantik lah... Terus dia itu punya keluhan tapi bukan dia yang sakit tapi anaknya dan dia itu punya anak kembar dimana salah satunya punya sakit lemah jantung sedangkan yang satu lagi normal ,nah seiring berjalannya waktu dia ini jadi deket sama aku dan jadi temen baik dan di situlah anisa ini banyak cerita sama aku soal kehidupanya. nah kalian pasti penasaran kan kelanjutan cerita ini. Jadi aku mau kalian komentar yah minimal 10 orang lah, mau lanjut atau engga cerita ini .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN