Gista kembali ke ruangannya bersama teman-temannya. Fina menyadari ada perubahan dari raut wajah Gista. Namun ia tak mungkin menanyakan sekarang, karena masih banyak teman-teman mereka. Gista hanya menanggapi dengan senyuman terpaksanya. Sekitar pukul Sembilan malam, mereka semua memutuskan untuk pulang. Dan kini hanya tertinggal Gista dan Fina. Mereka berdua melangkah keluar, dan Gista kembali berpas-pasan dengan Akbar. Namun Akbar terus melangkah tanpa memperdulikan keberadaan Gista. Fina jadi bingung sendiri melihat sahabatnya yang terlihat sedang marahan dengan suaminya. “ Gis.” Panggil Fna dan Gista yang sudah sampai kasir pun menoleh. “ Kamu baik-baik aja kan.” Gista langsung mengumbar senyuman pada Fina dan mengangguk. “ Berapa total semuanya.” Tanya Gista pada kasir. “ Sudah di

