Berbeda sekali Robin di luar ketika ia bersinggungan dengan banyak orang termasuk teman-temannya dengan Robin jika ia sudah pulang ke Kostnya. Ia jika berada dalam Kost akan langsung menjadi dirinya yang sebenarnya, yang buruk pribadinya. Dan jika ia akan keluar ia memalsukan identitas dan pribadinya menjadi Robin yang dikenal oleh Sebagian besar orang. Dimana pemalu, pendiam, dan pengalah.
Sematan itu rasanya sudah tidak ada relevansinya sama sekali dengan apa yang terjadi pada Robin saat ini yang sungguh sudah jauh sangat berbeda. Ia sekarang pemarah, pemberontak, dan pemberani. Seberani keinginannya untuk mendapatkan cinta si perempuan pindahan itu.
Perempuan itu diketahui bernama Pretty. Yang dalam Bahasa Inggris artinya cantik. Dan memang siapapun akan mengakui kecantikannya. Dimana ia memiliki wajah yang anggun, dan tatapan mata yang memesona, serta bibirnya yang tipis. Secara body, Pretty proporsional karena tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu berisi. Bagaimanapun ia tetap akan cantik dan anggun.
Wajar saja bilamana banyak pria-pria baik yang seusia dengannya, lebih muda dengannya atau bahkan lebih tua. Termasuk Robin yang membuat dirinya begitu jatuh pada Pretty adalah karena suara lembut yang keluar dari mulutnya setiap kali mengobrol bareng.
Melontarkan waktu beberapa waktu lalu, ketika Pretty baru pindah.
“Halo boleh kenalan ga?” sapa Pretty tiba-tiba pada pria yang tidak tahu caranya menghadapi wanita cantik seperti Robin.
Ia hanya bisa menjawab gugup “I-iiya, Bb-boleh…”
“Pretty, kamu?” dengan menjulurkan tangannya untuk disalami.
“Aa-a-aku Robin, i-iiya.”
“Kok gemetaran gitu sih, biasa aja kali” jawaban Pretty yang ini malah membuat Robin semakin tidak biasa.
“Kamu sekarang mau kemana? Ke kantin yo…”
“A-aayoo…” jika tempat ini adalah rumahnya, maka ia akan segera pergi ke toilet dan terkencing-kencing karena saking groginya.
Selanjutnya hanyalah bualan antara Pretty dan Robin soal perkuliahan. Dan lama-lama pun karena Pretty merasa tidak enak, akhirnya Robin dengan terpaksa melawan jatidirinya dan berusaha bersikap seolah biasa saja walau detak jantungnya berdegup sangat cepat dan kencang. Sejak saat itulah Pretty mendapat tempat berbeda di hati Robin.
Dan karena saat itu Robin masih Robin yang Robin. Makanya ia selalu menganggap bahwa jika ada yang berbuat baik padanya maka akan terus dan selalu orang tersebut berbuat baik terus dengannya. Ia tidak sadar bahwa setiap orang berubah. Ia juga belum mengenal siapa Pretty. Untuk menyukai seseorang tidak hanya cukup dengan waktu yang singkat, butuh proses dan waktu yang panjang. Karena Robin seperti terlambat dewasa sehingga selalu menggeneralisir atua menyamaratakan bahwa rasa suka dan sayangnya harus sesegera mungkin dieksekusi tanpa mempertimbangkan banyak hal. Dan saat itupula Robin kalah dengan Rey dan beberapa laki-laki lain yang lebih lihai membaca situasi dan kondisi untuk menggaet perempuan secantik Pretty.
Sampai pernah Robin menjadi b***k cintanya Pretty, Pretty hanya mau dekat dengan Robin untuk urusan kuliah saja. Sempat beberapa kali tugas-tugas Pretty Robin yang kerjakan secara sukarela. Dan saking terlampau baiknya Robin ia pun kadang sukarela membantu tugas Rey. Sementara itu malah Rey yang mendapatkan perhatian Pretty padahal Robin sudah berjuang menurut porsinya dan kesanggupannya, hal itulah yang menjadi titik balik Robin menjadi sakit hati atas Rey. Dan Pretty sekalipun.
Makanya, sekarang ia ingin Pretty membayar semua yang telah diperbuatnya. Dengan bantuan Iblis, ia meminta saran.
“Menurutmu bagaimana bila aku mencari mangsa dulu. Sembari kau pun perlu menu makanan yang berbeda kan? Masa setiap hari hanya amarah dan dendam saja makananmu? Kau perlu nafsu juga bukan?” tawar Robin pada Iblis Banteng itu.
Iblis malah bertanya balik pada Robin “Tetapi aku tidak mempunyai pasangan seperti kau. Bagaimana aku melampiaskan konakku?”.
“Itu urusanmu sendiri, yang penting aku tugasnya hanya memberimu makanan. Kau harus menurut padaku, atau…”
“Iya-iya, sekarang main ancam ya, curang kau Robin. Untung kau selalu memberikanku makanan-makanan yang lezat… HAHAHA!”
Akhirnya Iblis mencari mangsanya sendiri untuk dilampiaskan nafsu bejatnya, sementara nafsu yang dikeluarkan dari sisi Robin menjadi makanannya. Iblis ini punya kekuatan ghaib diatas kebanyakan iblis. Karena ia dapat menyentuh manusia dan tidak dengan mudah takut dengan manusia atau kalah dengan manusia. Ia bahkan dapat menghamili seorang perempuan, dan nanti jika anak itu lahir maka akan mempunyai keturunan Iblis dan manusia.
Tak kehabisan akal, Robin mengganti perangainya dengan ritus-ritus hitamnya, ia menggunakan perangai laki-laki nakal nan gagah dimana sangat disukai oleh Pretty yang kerapkali berganti-ganti pasangan. Dan setelah pergantian kepribadiannya sukses, barulah setelah itu ia memikirkan cara bagaimana mendekati Pretty lagi. Tak hilang akal lagi, ia beralasan menghubungi Pretty karena Rey, tak segan ia mencatut nama Rey agar Pretty mau membalasnya. Karena Robin curiga sekali bahwa sebenarnya Pretty masih mengharapkan Rey. Ia pun secara sadar dari hati terkecilnya bahwa Rey mempunyai kharisma berbeda dari kebanyakan teman-temannya sebagai laki-laki yang gentle.
Dari sisi Pretty pun sejatinya saat dahulu berlaku baik pada Robin karena kasihan Robin yang jarang ditemani, oleh teman sesama laki-laki saja jarang ditemani apalagi oleh teman perempuan. Menurutnya seorang Robin takkan bisa memiliki seorang kekasih dan jahatnya Pretty adalah ia menganggap kekurangan Robin sangat tidak cocok sekali dengan dirinya. Dan Pretty menganggap tidak akan pernah berniat memiliki laki-laki seperti Robin sebagai pacar atau kekasihnya. Karena menurutnya Robin culun, hanya seorang kutubuku kerjaannya mengerjakan tugas-tugas kuliah tok, dan kurang gaul.
Dan pada suatu hari, Rey bertemu Pretty di koridor Fakultas. Kini ia sudah berperangai yang berbeda, dan hawa maskulinnya tersebar kemana-mana. Setiap perempuan yang melihatnya tiba-tiba merasa kesengsem walau mereka tahu Robin aslinya biasa saja. Dengan wajah yang sudah diberkati ketampanan, walau masih kalah tampan dengan Rey. Robin memanfaatkan ilmu kepribadian gandanya itu. Ia langsung berbasa-basi dengan Pretty. Dan mengikuti perginya Pretty akan kemana.
Entah kenapa hari itu Pretty pun merasa sangat tertarik dengan Robin dan dengan tiba-tiba…
“Ehm, bin. Gimana kalau kamu antarkan aku ke Kostku. Aku ga tau mau pulang sama siapa, soalnya teman-temanku udah pada pulang duluan. Saldo uang elektronikku juga sudah habis, aku ga bisa pakai ojek online. Kalau mau bayar pakai uang fisik uangku ga cukup. Karena jarak kampus ke Kostku kan agak jauh.” Banyak alasan Pretty tiba-tiba menggoda Robin.
Dalam hati Robin pun sudah menangkap sinyal-sinyal buruk itu. “Boleh, nanti kamu arahin aja kemana jalannya ya…”
“Makasih ya bin… Ga enak aku jadinya…”
“Sudahlah tidak usah dipikirkan…”
Selama perjalanan pun akhirnya mereka mengobrol banyak hal termasuk tentang si Rey. Ia mengorek-ngorek informasi antara Pretty dan Rey. Dan ya, si Pretty masih mengharapkan Rey karena menurut Pretty kharisma yang ada pada dalam diri Rey sulit didapatkan di pria lain. Dan kenapa Pretty meninggalkan Rey karena menurut pengakuannya pada Robin agar si Rey tetap baik-baik saja dan tidak merasa tersakiti karena Pretty cepat bosan dan acapkali bergonta-ganti pasangan.
Walau sebenarnya sebab asli daripada rusaknya hubungan antara Rey dan Pretty disebabkan oleh Pretty yang saat itu menggoda Rey saat sedang “tinggi” dan karena Rey masih sadar ia langsung menolak serta langsung menghardik Pretty sebagai perempuan murahan, walaupun dalam konteks ini Rey dan Pretty sama-sama murahannya. Bedanya Pretty terlampau murahan mungkin.
Sesampainya di Kost, Pretty mengucapkan terimakasih pada Robin dan sesaat Robin hendak pamit pulang. Ini merupakan trik yang sudah disiapkan Robin, dimana ia sudah memakai semacam parfum yang memancing sange perempuan dan selama perjalanan pun Robin berlagak seperti seorang gentleman sangat perhatian dan betul-betul mengimbangi obrolannya. Sungguh jauh berbeda perangai Robin yang ketiga ini, dengan perangai ini ia bisa seperti Rey menjadi buaya darat yang selalu mencari mangsa untuk “diterkam”.
“Bin Robin! Kamu ga mau masuk dulu sebentar?” tepat setelah Robin membelokan motornya untuk pamit.
“Ga ah, ga enak. Ini kan Kost Putri, sedangkan aku Putra.” Alibi Robin sok polos.
“Udah, aman kok” semakin jelas sinyal yang diberikan Pretty pada Robin.
Robin pun mengalah “Yaudah deh, tapi dijamu ya, kopi atau apa kek?” dan berperilaku biasa.
“Iya, yang penting sini masuk dulu…” sambil menarik tangan Robin.
Didalam Kost, Pretty langsung mendorongkan tubuh Robin ke Kasur lesehannya dan mengatakan “Ayo, aku sudah sangat ingin sekali ini bin…”
Dengan tanpa sepatah katapun dorongan itu yang awalnya hanya diawali dengan saling tatapan mata, kini berubah menjadi saling adu nafsu antara Robin dan Pretty. Mereka “bertarung” sampai beberapa menit lamanya.
Dan di akhir, Robin menghabisi Pretty secara fisik sehingga membuat Pretty tidak sadarkan diri. Walau begitu, Robin tidak sampai membuat risiko-risiko yang berpotensi menimbulkan “kecelakaan”. Iya, Robin bermain aman dan mengeluarkan cairan kehidupannya pada tempat lain sehingga bisa dipastikan Pretty tidak akan mengandung buah hati dari Robin.
Setelahnya karena Robin merasa dendam kesumatnya sudah terbayarkan dengan “pedangnya” yang besar itu. Kini ia pulang ke Kostnya. Dan pada saat ia di jalan. Ia baru sadar bahwa Iblis sedang kelebihan energi. Beberapa menit akhirnya sampailah Robin di Kostnya. Dan ia tidak mendapati Iblis di Kost. Hal tersebut sedikit membuat Robin marah. Tetapi karena dirinya pun Lelah, akhirnya lebih memilih tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya. Sementara itu, di kamar Kost Pretty. Sudah ada Iblis Robin yang menjelma sebagai Robin dan menggoda Pretty lagi agar mau “melakukan” itu lagi. Dan ya kali ini kekuatannya lebih besar daripada kekuatan Robin yang asli. Pretty sampai menjerit-jerit dan jeritan itu ditutupi oleh si Robin Palsu agar tak terdengar penghuni Kost lain. Hingga akhirnya, pada klimaksnya sepertinya akan berakhir buruk dan sudah terjadi kecelakaan. Dimana Pretty berkemungkinan akan mengandung anak keturunan Iblis. Karena ulah Iblis Banteng yang telah memperkosa secara habis-habisan Pretty, hingga Pretty tidak sadarkan diri. Benar-benar tidak sadarkan diri di Kostnya yang bebas dan biasa digunakan sebagai tempat mengumbar nafsunya.