Berbeda dengan Dion, Rey tidak mengalami beberapa kepiluan seperti yang dialami Dion. Zaman saat Rey lahir sudah sedikit enak, dan Rey beruntung lahir di zaman yang mulai berkembang, terbuka dan maju. Karena itu jika diperbandingkan antara kelahiran Rey Arsyad dengan Dion Arsyad, meski mereka sama-sama Arsyad tetapi tidak semuanya sama. Ada beberapa hal-hal tertentu yang berbeda.
Keberbedaan itu diantaranya adalah keistimewaan antara Dion dan Rey yang sama-sama bisa melihat visual ghaib dari matanya yang dianugerahi indra keenam itu. Meski mereka sama-sama punya indra keenam yang bisa membuat mereka dapat melihat dunia selain dunia nyata, yakni bisa melihat dunia ghaib. Tetapi, sejatinya mereka tetap ada keberbedaan yang mencolok.
Rey mendapatkan kelebihan tersebut sebenarnya sudah sedari lahir. Dimana saat itu pernah diperebutkan oleh banyak makhluk-makhluk halus seperti pocong, kunti dan lain-lain yang sebenarnya secara level akan sangat kalah dari leluhurnya yaitu Eyang Demak. Sehingga sudah menjadi kepastian, bahwa Rey pastilah akan dilindungi oleh allah SWT melalui Eyang Demak. Tetapi meskipun begitu, sebenarnya Rey masih skeptis tentang hal-hal yang begituan yang menyangkut keghaiban dan dunia metafisika. Ia menyatakan bahwa itu hanyalah khayalan belaka dan bayangan manusia yang dibuat-buat saja. Tetapi semakin berjalannya waktu, semakin Rey menyangkal semakin jelas kelebihan Rey yang seperti itu sebenarnya tidak akan bisa Rey lepaskan dengan begitu saja. Sehingga Rey seharusnya berkaca pada dirinya yang dahulu, tetapi biarkan proses waktu yang mengajari Rey tentang kesungguhan jati dirinya yang sesungguhnya.
Kenapa Rey bisa sampai diperebutkan sana-sini, baik dari kalangan ghaib dan kalangan non-ghaib, dalam hal ini diperebutkan oleh Wanita-wanita yang pada bungah dan kesengsem terpana akan fisik Rey yang tampan dan rupawan. Hal tersebut bisa terjadi, karena Rey tidak hanya mengandalkan fisiknya yang sudah memiliki kelebihan disbanding laki-laki biasa. Ia juga memiliki kharisma, aura, dan pembawaan ynag berbeda dari orang lain yang mana tidak dipunyai oleh semua laki-laki. Dan itulah salah satu alasan besar kenapa Rey bisa diperebutkan oleh banyak orang, dan oleh banyak makhluk ghaib yang hidup berdampingan dengan manusia seperti kita.
Tidak seperti Dion yang mendapatkan karomah Eyang Demak saat usianya tujuh tahun, dan saat itu Dion memang sedari lahir dengan tanpa adanya Eyang pun mungkin sudah akan memiliki kharisma yang begitu bijaksana yang ia dapat dari turunan ibu Nadine dan pengalaman kelamnya semasa ia kecil. Dimana pada zamannya sering sekali ia mengalami beberapa pengalaman-pengalaman yang memilukan. Wajar saja, jika Dion berkelakuan dewasa sebelum waktunya dalam artian yang baik.
Adapun Dion dan Rey sendiri hobi sekali sewaktu kecil bersenda gurau dengan orang tua mereka. Menurut pengajaran ayah dan ibu, anak-anaknya haruslah dijadikan seperti teman atau bahkan sahabat. Supaya bilamana anak kita sendiri melakukan sebuah kekeliruan, kita akan sungkan untuk menghardiknya, tetapi kita akan mendengarkannya dan memahaminya seperti selayaknya seorang sahabat yang selalu ada dalam suka dan duka kita. Tidak pandang bulu apapun situasi dan kondisi kita. Dengan cara parenting yang sedemikian rupa sudahlah tertebak bahwa memang mental keduanya antara Rey dan Dion pastilah akan terbentuk menjadi lebih baik dan hebat lagi.
Kedekatan antara mereka, tidak hanya sebatas hubungan keluarga. Antara ayah dan ibu, serta Dion dan Rey. Tidak hanya berhenti pada satu kepentingan atas nama keluarga saja. Mereka sangat dekat sekali, apalagi antara Rey dan Dion, semuanya dirangkap jadi satu sama lain. Mereka terkadang bermusuhan, mereka kadang dekat sekali, mereka juga kadang tidak berbicara satu sama lain, mereka kadang saling benci. Seperti selayaknya seperti saudara, konflik-konflik kecil yang semacamnya adalah sebuah kewajaran yang sudah seharusnya dimaklumi dan tidak perlu dipermasalahkan atau bahkan sampai membuat konflik besar dan menghancurkan kekeluargaan dengan dalih selain keluarga, karena bagi keduanya ikatan dan kepentingan yang paling agung dan juga luhur adalah keluarga. Selain itu, maka masih bisa ada pengkhianatan, kesia-siaan, dan kehancuran. Jikalau keluarga, masih ada benteng pertama yang membuat suatu hubungan tetap akur. Karena saling merasa membutuhkan dan saling merasa sayang satu sama lain sehingga tidak ada yang merasa paling tinggi. Semuanya sama rata, yang berbeda mungkin terletak pada sifat, watak, karakteristik dan kepribadiannya saja. Sisanya akan menyatu dan menjadi satu kekuatan besar.
Sebenarnya pertanda akan dijadikannya Rey dan Dion titisan sudah tersirat dalam mimpi ayah Andy. Yang saat itu Eyang ikut datang dalam mimpinya…
“Kau sebentar lagi akan mengemban tugas yang berat, dan beban yang berat. Kau harus siap nak.” Ucap Mbah Wirjo pada ayah di sebuah tepian danau yang indah dengan dikelilingin oleh pepohonan yang rindang.
“Tugas apa yah?” tanya ayah Andy kepada ayahnya sendiri, Mbah Wirjo.
“Tugas yang akan lebih berat daripada sekedar ayah biasa. Tugas yang akan lebih berat daripada sekedar ibu biasa?”
Ayah Andy kebingungan “Maksudnya yah?”
“Kau akan tahu nanti…”
Dan setelahnya ayah Andy entah kenapa bisa-bisanya tertidur dalam mimpi tersebut.
Bukannya ayah Andy bangun dan terjaga, ia malah masuk kedalam mimpinya lagi. Ini lebih dalam.
Giliran Eyang yang mengungkap tanya “Apa yang kau rasa sekarang?”
“Entah yang, begitu menggebu, disini sedikit sesak dadaku.”
“Tahan, semakin kau bisa menahannya. Kau akan diberi pahala dan balasan suatu saat nanti, dengan sesuatu yang tidak kau sangka-sangka.” Eyang mencoba menjelaskan sesuatu yang sama abu-abunya seperti Mbah Wirjo. Entah apa objek dan maksud dari kalimat yang mereka sampaikan tidak pernah bisa dicerna oleh ayah dengan baik. Ayah hanya menjawab pertanyaan, dan memberikan pertanyaan balik bila ia kebingungan.
“Tapi yang, apa sebenarnya maksud kata-kata Eyang dan ayah Wirjo tadi? Aku tak mengerti yang.” Berusaha ayah Andy menjangkau keduanya, tetapi tidak bisa dan malah ia terdampar ke dunia nyata kembali. Dimana baru ia sadari ternyata apa yang dialaminya sedari tadi hanyalah sebatas buaian mimpi yang berjalan dalam khayal dan pikirannya. Setelah itu ayah baru merasakan sesuatu bahwa ia akan mendapatkan sesuatu yang besar dan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sesuatu itu adalah karunia daripada yang Mahakuasa yang memberikan mandat dan titipan pada ayah Andy tentang datangnya sesuatu yang besar. Dan senyata-nyatanya memang sesuatu itu besar. Ada tanggungjawab, kasih sayang, dan beban yang besar didalamnya. Tidak hanya tentang bagaimana menjadi orang tua dan memiliki anak. Tetapi, tentang bagaimana caranya mengelola harapan, tanggungjawab, kasih sayang, dan beban pada anak-anaknya sendiri yang mana sudah terpilih dalam dunia ghaib dan akan memiliki keistimewaan yang tidak biasa dan bisa digunakan dalam dunia nyata.