Cemburu Buta

2316 Kata
Pagi itu Liana berada di kantor seperti biasa, dan Miguel sudah menginformasikan akan off di hari itu. Liana yang biasanya tak pernah jauh dari Miguel tampak begitu suntuk dan bosan. Apalagi di kantor tidak ada yang bisa ia kerjakan selain hanya duduk-duduk saja dan menerima berkas- berkas yang masuk ke meja Miguel. Dan chat nya berkali-kali kepada Miguel hanya sekedar dibaca tanpa dibalas, Entah apa yang sedang dilakukan Miguel hanya menjadi tanda tanya besar di pikiran Liana. Sampai beberapa saat kemudian ada balasan chat dari Miguel " Aku sedang menjemput istriku di bandara, aku harap kamu bisa menjaga kalimat, jangan sampai istriku mengetahui tentang hubungan kita" Isi chat Miguel kepada Liana. Entah kenapa hati Liana tampak tidak senang, Liana merasa cemburu, seolah ia tidak rela jika Miguel bersama wanita lain. Walaupun itu adalah istrinya, wanita yang lebih berhak dibanding dirinya. Tetapi cinta butanya benar-benar telah membutakan hatinya. Liana merasa tersingkirkan. Mungkin Liana telah menjadi sangat posesif. Sampai sampai ia telah melupakan kenyataan bahwa posisinya hanyalah kekasih gelap Miguel. Kenangan-kenangan indahnya bersama Miguel telah memenuhi ruang pikirannya, Liana bahkan terus mencari tahu seperti apa nampak dari Diana istri Miguel. yang kabarnya adalah seorang wanita Bali. Liana membayangkan kulit gelap eksotis khas selera bule. Hal ini semakin membuat Liana cemburu buta dan takut perhatian Miguel akan tergeser kepada istrinya itu. Tidak lama kemudian pak widodo sudah sampai ke kantor karena diperintahkan Miguel mengambil dokumen yang harus ditanda tangani Miguel. " Maaf Bu... bapak minta saya ambil dokumen" Kata pak widodo. " Oh iya, ini pak sudah saya siapkan, Bapak ada dimana pak? " Kata Liana sambil memberikan setumpuk dokumen pada pak widodo. " Bapak tadi saya drop di Hotel Bu, katanya tidak akan menginap di Apartemen" Jawab pak widodo. " Oh begitu.. , ya sudah pak tolong disampaikan ya dokumennya, karena mungkin bapak sedang sibuk, kalau saya nanti telpon telpon pak widodo tidak apa apa ya? kalau ada yang perlu saya ketahui seperti keberadaan bapak" Kata Liana. " Baik bu.." Jawab pak widodo sembari pergi meninggalkan ruangan itu. Tidak seperti biasanya sore itu Liana pulang lebih awal, Dalam perjalanannya yang ada di kepalanya hanya Miguel. Sampai sampai itu lupa bahwa Rian dan Noah telah menunggu di rumah untuk menghadiri acara ulang tahun putri rekan kerja Rian. Ia menyetir dengan sangat lambat hingga berkali-kali suara klakson terdengar dari belakang mobilnya karena tidak sabar dengan laju mobil Liana yang terlampau lambat. Untuk mengembalikan konsentrasi Liana membuka sekaleng soda dan meneguknya. dan lambat tapi pasti sampailah Liana di depan rumahnya. " Li.. katanya pulang cepat, sampainya kok sama saja" Tanya Rian memprotes " Tidak usah buat masalah mas... aku sedang capek, kalau tidak sabar ya berangkat sendiri" Jawab Liana dengan ketus. Rian tampak terkejut walaupun ia tidak menanggapi, Rian berfikir mungkin kemacetan di jalan membuat Liana lelah dan terlambat. Malam itu Rian meminta waktu kepada Liana agar melayaninya berhubungan badan. dan Liana pun mengiyakannya. tapi tak seperti biasanya Liana melayani Rian tampak tidak bersemangat, bahkan hanya seperti patung yang pasrah, karena fikirannya entah melayang-layang kemana. Walaupun akhirnya Liana juga mendapatkan o*****e. Dalam tubuh yang letih, fikiran yang berkecamuk, Liana berusaha sebisa mungkin memejamkan mata agar tertidur, namun matanya tampak sulit diajak kompromi, hingga ia baru tertidur pulas pukul 2 pagi. Seperti biasa Liana kembali beraktifitas di kantor, walaupun Miguel tampaknya tidak akan hadir hari itu, Berangkatlah sore itu Rian, Liana, dan Noah ke acara Ulang tahun itu. Hikmal rekan kerja Rian tampak menyambut mereka dengan riang gembira, sambil menepuk nepuk bahu Rian, Hikmal mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam. Dan Ruangan itu trlah ramai dengan tamu tamu undangan. terdengar lagu lagu ulang tahun yang bergema di ruangan itu. Tapi Liana pikirannya tampak kosong seolah-olah tidak berada di tempat itu. Sampai-sampai novi yaitu istri Hikmal menepuk bahunya. " melamun saja sih neng... ada apa?" Kata Novi. " Eh.. tidak mbak.. tidak apa-apa" Jawab Liana dengan sedikit malu. Acarapun berlangsung hingga pukul 8 malam dan akhirnya merekapun beranjak pulang dari tempat itu. Dengan kemacetan Jakarta yang memusingkan akhirnya tiba juga mereka di rumah dengan Noah yang sudah tertidur di perjalanan.  hari-hari Liana terasa kosong, terasa tanpa semangat, bahkan ia tidak sadar bahwa ia membuatkan kopi untuk Miguel sedangkan Miguel tidak ada di kantor hari itu. Tampaknya Liana sudah tergila-gila. Tapi Liana tidak berani menghubungi Miguel karena ia telah berkomitmen menjaga situasi. Sampai akhirnya hatinya terasa riang karena ada panggilan telepon dari Miguel. " Hey.. boss.. apa kabar?" Kata Liana. " Baik Li.. ada yang perlu kusampaikan Li.." Kata Miguel. " Ada apa pak? " Tanya Liana penasaran. " Diana ingin bertemu kamu, bisa tidak jika kamu datang ke hotel sebentar? Kata Miguel. " Baik pak.." Jawab Liana sembari langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera bergegas menuju tempat dimana Miguel dan Diana menginap. Sampailah Liana di sebuah hotel bintang 5 di kawasan senayan, hotel yang sama dimana Liana dan Miguel pernah menginap sebelumnya. Sampailah Liana di depan pintu kamar yang dituju, tangannya mengetuk pintu dengan berlahan. sampai akhirnya seseorang membuka pintu itu. Ia seorang wanita berpawakan kurus tinggi dengan kulit sawo matang, berambut sedikit ikal, wanita itulah Diana istri Miguel. " Kamu pasti Liana ya?" Kata Diana sambil tersenyum dan mempersilahkan Liana masuk ke dalam kamar itu. Terlihat Miguel juga sedang berada di dalam dan sibuk di meja dengan laptopnya. " Hey Li.. apa kabar? " Sapa Miguel. " Baik Pak.." Jawab Liana singkat. " Jadi kita mengundang kamu kemari karena saya ingin sekali berkenalan dengan kamu, Miguel juga banyak bercerita tentang kamu" Kata Diana. "Baik bu.. terima kasih" Jawab Liana. kemudian Miguel meninggalkan kamar karena ia ingin mencari minuman, sedangkan Liana dan Diana berada di dalam kamar itu. Diana banyak bercerita tentang masa-masa saat pertama kali bertemu dengan Miguel, sedangkan Liana lebih banyak mendengarkan saja. Setelah 1 jam berbincang-bincang akhirnya Liana berpamitan pulang. Dengan rasa kesal Liana tampak semakin cemburu melihat keutuhan rumah tangga Miguel dan Diana. Baru saja Liana beranjak meninggalkan kamar itu ternyata ponselnya berdering, dan Miguel ternyata yang menghubunginya. " Iya pak.. ada yang bisa saya kerjakan" Tanya Liana dalam panggilan itu. " Aku menunggu kamu di sebuah hotel kecil tidak jauh dari situ" Kata Miguel memberitahukan keberadaannya kepada Liana. Ternyata Miguel mengajak Liana bertemu diam-diam di sebuah Hotel kecil tidak jauh dari tempat itu. Dan Liana segera memacu mobilnya ke arah tempat yang diberitahukan oleh Miguel. Saat Liana Sampai di hotel itu, Miguel membukakan pintu, Liana terkejut… Ternyata Miguel hanya memakai handuk dan Liana yakin bahwa Miguel tidak memakai apapun dibalik handuk itu, Liana bisa liat bulu d**a nya yang lebat… Tato di lengan Miguel yang sering kali membuat Liana terkesima karena Liana sebenarnya menyukai laki-laki bertato, Liana ingin rasanya meraba bulu dadanya dan mengecupnya? Kenapa Li? Tanya Miguel. "Tidak kok… Tidak ada apa apa" jawab Liana. Tanpa sengaja pinggul Liana menyenggol senjata Miguel yang tampak menggembung besar di balik handuknya… Uppsss… Sorry Pak, Kata Liana, Liana pun duduk di ranjang, " Aku rindu sekali Liana" Kata Miguel sambil Mencium bibir Liana, Miguel mulai menjilati telinga Liana, sambil tangannya membelai p******a Liana, Liana berusaha agar tidak mengerang.. kemudian tangan Miguel kembali membelai p******a yang kiri, diusap pelan dengan lembut, Liana jadi merinding ia merasa lubang k*********a mulai basah."uhh.. Pak.." Desah Liana. Liana membalas perlakuan Miguel. Bibir merahnya merasa lidahnya mulai masuk membelit, Cukup sudah!!, pikir Liana… Liana mulai membuka matanya dan Miguel tersenyum memandangnya, Liana pun memeluk tubuh Miguel dan mulai membalas pagutan lidahnya… Hmmm… Liana mulai balas cumbuannya… "Ouh, Pak… Cumbu saya, sayang.. ciumi leherku" desah Liana mulai liar. Miguel pun kembali menjilati kulit leher Liana Darahnya pun berdesir semakin kencang ketika dia mulai menjilati leher dan meninggalkan bekas merah di leher Liana, Liana pun menjambak rambutnya dan Liana membalikan tubuh Miguel supaya dibawah. Setelah itu, Miguel pun dengan liarnya mulai membalas perlakuannya. Liana pun mulai menjilati telinganya. "Li.. Oouuhh… my dear" erang Miguel. Tapi Liana tidak peduli. Liana ingin menaklukkan. Liana ingin Miguel yang memohon supaya senjatanya yang besar itu bisa masuk ke Lubang kenikmatannya. Sambil Sambi mengulum telinga Miguel. tangan Liana pun tidak tinggal diam… Liana mulai nakal mengelus bulu dadanya yang lebat… Liana juga menggesekkan puttingnya ke dadanya Miguel yang lebat itu…. "OOOhhhh… Pak.. Sexy sekali bulu Bapak, sayang," desah Liana tak tahan. Sambil Liana tetap menggeliat diatasnya. Kemudian Liana permainkan payudaranya, Senjata Miguel telah keras, begitu tangan Liana menyentuhnya." Hisap senjataku!!!! Please…" Kata Miguel.  "Saya suka batang besar Bapak, sejak dari dulu saya suka sekali senjata western", kata Liana… "Oh ya?? Kamu suka batang besarku, sayang?" Tanya Miguel, Liana mulai malah memasukkan batang besar Miguel ke mulutnya, sambil jemarinya mengocoknya. " Oh... enak sekali Liana, hmmmm" Desah Miguel. " Nikmati saja servis saya pak" Jawab Liana. " Hmmm lebih enak mana dengan senjata suamimu sayang?" Tanya Miguel menggoda. " orgh.. lebih enak punya bapak" Jawab Liana sambil terus menggerakkan jarinya. " Sebelumnya kamu pernah merasakan ML dengan western? " Tanya Miguel penasaran. " Pernah pak 1 kali hanya one night stand, tapi lembek tidak keras seperti punya bapak" Jawab Liana. Sepertinya Miguel mulai gemas lalu menyingkirkan hijab Liana yang masih menggantung di leher lalu membimbing Liana di posisi menungging. Diarahkanlah senjata Miguel ke arah Lubang kenikmatan Liana. Berlahan Miguel mendorongnya dan akhirnya masuk sudah walaupun seperti biasa Lubang kenikmatan Liana tidak mampu menampung 100% senjata Miguel yang panjang hanya masuk 1/2 nya saja dan terkadang masuk sampai 3/4 nya saat Miguel memaksakannya. Miguel segera memompanya dengan cepat karena Miguel hanya berniat melakukan short time saja karena ia harus kembali menemui Diana istrinya. " Oh.. oh.. pak.. enak sekali.. saya kecanduan pak...Oh... pak.. berapa hari saja saya tidak disetubuhi bapak kepala saya akan terasa pusing oh.. yes.." Rintihan Liana. " Hmmm nikmat sekali Lubang kamu sayang.. kamu sudah minum pil kan? aku ingin membanjiri lubangmu dengan spermaku.. oh.." Kata Miguel. " Sudah pak.. jangan khawatir pak.. oh.. gunakan saya sepuas bapak" Jawab Liana merintih.. Hanya dengan beberapa kali pompaan saja Liana mencapai o*****e berkali kali, Walaupun hanya sekedar short time Liana tetap merasa puas dengan keperkadaan Miguel. Karena Liana selalu mendapatkan o*****e dengan mudah saat disetubuhi Miguel. Pada akhirnya Liana merasa lega karena Diana istri Miguel beranjak pulang ke Bali setelah beberapa hari berada di Jakarta. Liana merasa lebih bebas berbuat apa saja dengan Miguel, walaupun ia menyadari bahwa perbuatannya adalah perbuatan terlarang. Liana memutuskan untuk terus menjalani hubungan dengan Miguel yang notabene adalah Bosnya sendiri. Bahkan Liana senantiasa menjaga kebugaran tubuhnya dengan rajin pergi ke gym setiap beberapa hari sekali sepulang kerja, karena Liana ingin senantiasa memuaskan Miguel dan tampak sempurna di hadapan Miguel. Sore itu di lokasi Gym sebuah Hotel bintang 5 di kawasan senayan. Liana yang memang telah menjadi member gym di tempat itu sore itu menyempatkan diri untuk berolah raga di tempat itu banyak sekali orang asing atau expatriat yang menjadi member di tempat itu. Hal ini membuat pemandangan menyenangkan bagi Liana. dan ada satu hal yang saat itu menjadi perhatian Liana secara diam-diam yaitu seorang lelaki yang sedang ada tepat di depannya. Laki-laki berkulit Hitam berbahasa Inggris, tampaknya seorang warga negara amerika serikat, bentuk tubuhnya yang kekar layaknya seorang binaragawan begitu menggoda bagi Liana. dan yang menarik bagi Liana adalah celana ketatnya yang menggelembung di bagian depan karena menampakkan isinya yang begitu besar dan panjang. Saat Itu Liana memang sering sekali merasa h***y karena semenjak sering bersetubuh dengan Miguel ia merasakan kecanduan seks yang hebat. Tanpa Liana sadari laki laki hitam itupun sering memperhatikan Liana. Tubuh Liana yang sekel dengan p****t berisi tampaknya menarik perhatian tidak sedikit pria. Sampai sore itu akhirnya lelaki Hitam itu menghampiri Liana dan mengajaknya berkenalan. " Hey.. are you busy? " Tanya Lelaki itu " No.. i am Not " Jawab Liana. " My Name Howard " Kata Laki laki itu sambil menjulurkan tangan mengajak bersalaman. " Oh.. my name Liana" Kata Liana. " Are you alone here? " Tanya Howard " Yes sir" Jawab Liana. " You can call me Howard" Protes Howard karena dipanggil Sir. " If you have a time, we can drink some coffee after gym" Tawaran Howard kepada Liana untuk minum kopi setelah gym. " mmm... sure.. why not" Liana pun menyetujui ajakan itu. Waktu telah menunjukkan jam 6 sore, Liana bersiap keluar dari tempat itu. Howard pun melihatnya. " Hey.. dont forget we have a cofee time right? " Kata Howard. " Hmmm.. okay lets do" Kata Liana. Akhirnya mereka berdua masih dengan setelan Gym menuju ke Cafe di dalam hotel itu untuk sekedar minum kopi bersama. Percakapan demi percakapanpun terjadi dengan canda tawa antara Liana dan Howard di cafe itu. Howard adalah seorang Olahragawan Basket yang menjadi anggota team basket di sebuah club basket yang terkenal di Indonesia. Pantas saja tinggi badannya yang mencapai 192 cm tampak begitu berbanding terbalik dengan Liana yang termasuk wanita tidak tinggi. Kopi pun tampaknya telah musnah dari dalam cangkir tanpa terasa. Tak lama kemudian tanpa diduga tangan Howard menyentuh tangan Liana. " You look so Pretty " Rayu Howard sambil masih menaruh jemarinya diatas jemari Liana. Liana pun terkejut dan segera menarik tangannya dari atas meja. " Sorry Howard.. i am married" Jawab Liana. " Oh.. sorry.. just forget it.." Kata Howard dengan sopan. Akhirnya mereka berdua hanya bertukar kontak dan sama sama meninggalkan tempat itu pada pukul 8 malam. Dalam perjalanan pulang sambil mengendalikan kemudi mobilnya Liana hanya tersenyum senyum mengingat kejadian yang baru terjadi. Ia merasa bangga, merasa menjadi wanita yang menarik walaupun tidak mudah baginya untuk bermain-main api yang baru. Ia hanya ingin mendapatkan pengakuan bahwa ia adalah seorang wanita yang menarik di hadapan banyak pria. Laju mobilnya telah membawanya sampai ke depan rumahnya. Karena sudah pukul 9 lebih maka Liana telah mendapati Noah tertidur hanya Rian masih sibuk dengan secangkir kopi di depan laptop. Liana berlahan mendatangi Rian dan merangkulnya dari belakang. " Mas.. sibuk ya? " Tanyanya " Tidak.." Jawab Rian. " Bermesraan yuk.." Ajak Liana. Akhirnya malam itu Liana dan Rian memadu kasih di ranjang mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN