88 (Keputusan sudah bulat)

1121 Kata

Di dalam mobil, papah Jaya dan mamah Lidya mulai berdebat kecil. Keputusan yang mamah Lidya buat sepihak, membuat papah Jaya mulai berkomentar. "Mah, kenapa tidak membicarakan hal ini sebelumnya? Kenapa mamah mengambil keputusan sepihak dari mamah saja?" tanya Papah Jaya protes. Mamah Lidya menatap tajam ke arah suaminya yang sedang fokus menyetir itu. "Aku sudah membicarakan masalah ini sebelumnya pah. Bukannya tadi saat di kantor Adrian, papah juga mendengarnya? Ini bukan keputusan sepihak. Kalau kita terus diam, tidak berbuat apa-apa. Apa kata orang pah? Kita membiarkan anak kita berbuat semaunya, kita membuat Adrian bersikap kurang ajar terus. Kita membiarkan Adrian terjerumus di lembah maksiat yang mungkin akan sulit untuk membawanya kembali ke jalan yang benar. Coba kamu lihat Sofi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN