Jika waktu bisa diatur sesuka hati manusia, mungkin banyak manusia yang akan kurang bersyukur. Lalu, waktu tidak akan menjadi hal yang berharga lagi. *** Baru kali ini, Roni sangat berharap memiliki kemampuan untuk mempercepat waktu. Sungguh, sebelumnya ia tidak pernah memiliki ide untuk mempercepat atau pun memperlambat waktu. Tapi, sejak Nara terbaring koma, Roni selalu berpikir untuk mempercepat waktu. Karena entah mengapa, tiba-tiba ia merasa waktu berlalu sangat lambat. Rutinitas Roni juga terasa berulang dengan perasaan yang kosong. Terkadang sedih, tapi terkadang juga ia hanya bisa merasa kacau. Setiap ia bangun tidur di pagi hari, yang terpikirkan pertama kali hanyalah, “Apa hari ini, Nara akan sadar?” Lalu, setelah hari mulai larut dan ma

