0.62

1385 Kata

Aku tak bisa menahan rasa senang yang hampir meledak jika saja aku tidak ingat bahwa aku sedang bepura pura marah. Setelah memastikan aku benar benar duduk, ia beralih ke kursi yang ada di hadapanku tepat di seberangku. Aku bisa melihat sudah tersedia dua piring dan dua gelas yang sudah terisi oleh air untuk minum, terakhir aku lihat belum ada gelas dan piring di ata meja, jangan jangan Erlanda sengaja menyiapkan untuk aku dan dia, ah Erlanda tahu saja bagaimana caraku jatuh sejatuh jatuhnya. Erlanda membuka bungkus yang berisi nasi goreng yang telah dibelinya sejak tadi, aku terus memperhatikan Erlanda setiap apa yang dia lakukan tapi dengan cepat ku alihkan pandanganku saat dia melihat ke arahku agar terkesan diriku tidak peduli. Erlanda mengambil piring yang ada di depanku agar ia le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN