Tok tok,
"Silahkan masuk," jawab Sharoon yang membuka pintu dan memberi hormat pada Eon Goroses. Mata pria itu tak bisa berhenti menatap Sharoon, rambut rapi dengan blezer berwarna abu muda. Di padankan dengan rok span yang sangat pendek hingga menampilkan kaki jenjangnya.
"Ke, kenapa kau tampak berubah? tutup pahamu itu,?"
Sharoon menatap dirinya! "Apa yang salah Tuan, apa aku melakukan sesuatu pada anda?"
"Eh, apa cara bicara itu? kenapa kau lembut sekali! apa kau kesurupan?"
Sharoon menarik napasnya! "Tuan ini di kantor, bisakah anda bersikap normal?"
Eon Goroses memainkan telunjuknya! "Oh iya, kau sengaja seperti ini karena berada di perusahaan. Dirimu tak ingin perusahaan ini melihat sisi gilamu, pintar sekali!"
Sharoon berbalik malas! terserah saja dia mau bicara apa, wanita tersebut tidak terlalu peduli dengan apa yang ingin dia katakan. Yah, dirinya memang menjaga diri saat di perusahaan karena ingin menunjukkan pada sang Papi bahwa dirinya cukup mampu berada di perusahaan.
"Terserah, tapi aku harap kau lebih profesional untuk menunjukkan seberapa pantas dirimu berada di posisi ini. Antara kau dan dan aku kita sama-sama menginginkan kepercayaan, bukan? ayo sama-sama mensukseskan proyek keren ini." ucapnya penuh semangat.
Eon Goroses yang berada di sana merasa tak enak hati. Dia pun ingin bersiap profesional juga. "Baik, maafkan semua sikapku yang tidak profesional,"
"Beda di rumah, beda di perusahaan. Oke!" Sharoon kembali ke mejanya dan menata beberapa poin yang harus Eon Goroses ketahui. "Kita akan menginap di Villa perusahaan yang ada di sana selama satu minggu."
Eon Goroses mengangguk sambil mencatat dengan I-pad beberapa yang Sharoon katakan. "Maaf Sharoon, apa aku harus menggunakan pakaian kemeja setiap harinya?"
Sharoon menatap Eon Goroses dan menarik napasnya dalam! "Apa ini pekerjaan pertamamu? Aku harap tidak! karena aki akan sangat kerepotan kerenamu,"
Dia terdiam sebelum menjawab! "Iya, ini pekerjaan pertamaku! aku harap kau bisa membantu agar aku lebih baik, Profesional! bukankah itu yang kau katakan?"
"Baiklah, kita berpikir pada kata profesional dan aku harap kalimat itu membekas di otakmu, Sekarang lebih baik kita pulang karena tidak ada pekerjaan di sini! kita harus punya tubuh yang Fit dan bersemangat!"
Eon Goroses mengangguk dan membereskan semua peralatan yang sudah dia keluarkan tadi. "Aku tak tahu harus bagaimana, tapi kau harap kau mendukung semua usaha ini dengan hati yang ikhlas."
"Bukankah aku sudah mengatakan ini sejak awal? Profesional! aku harap kau memiliki sikap ini dengan benar."
Mereka berdua masuk ke dalam lift dan Ting, pintu terbuka! Ada Nyonya Fransisca dan Nyonya Emanuela di sana,
"Mami, mau kemana?"
"Pergi arisan dan jalan-jalan! kami akan pergi berdua ke makam sahabat lama kami dan beli oleh-oleh. Bagaimana? Mami sudah tua Eon Goroses saatnya senang-senang."
"Tapi aku-"
"Kenapa?"
"Biar aku saja yang membantumu nanti, biar saja orangtua kita pergi kali ini. Lagipula berapa umurmu,?"
Eon Goroses merasa kesal dan malu di buat oleh Sharoon di depan orangtuanya seperti ini. "Ya sudah, Mami hati-hati! Nyonya Nyonya Emanuela juga ya,"
"Terimakasih Eon Goroses, kami naik dulu karena ingin bertemu dengan papinya Sharoon," Eon Goroses mengangguk dan meninggalkan tempat itu.
Selama di perjalanan mereka berdua hanya diam tak banyak bicara, hanya saja macet di perjalanan membuat mereka sedikit lama untuk tiba di rumah.
"Sudah pulang Mas,"
"Katie," Sapa Eon Goroses ramah.
Sedangkan Sharoon langsung pergi masuk ke dalam kamarnya. Dia malas terlalu lama berada di sana, takiut meninmbulkan perasaan tidak nyaman. Selama ini Katie selalu pandai memutar balikkan fakta, dan itu sangat mengerikan bagi Sharoon.
Wanita yang baru selesai mandi itu langsung turun ke lantai bawah untuk makan malam dan naik lagi ke kamarnya setelah selesai. "Kau, apa yang kau lakukan di sini?" Sharoon yang hanya mengenakan handuk terkejut dengan kehadiran Eon Goroses.
Pria itu pun sama! dia tidak menyangka kalau Sharoon akan keluar dengan menggunakan handuk yang sangat pendek. Buah dadanya yang padat terlihat melimpah di tambah paha yang kecil dan mulus membuat Eon Goroses tergugup dan menelan salivanya.
"Ak, aku ingin kau membereskan beberapa bajuku! aku tak pandai beberes," ucapnya sambil memalingkan wajah.
Sharoon merasa kesal dan akhirnya berteriak! "Lebih baik kau keluar b******k atau aku akan menginjak-injakmu,"
"Oke," Jawabnya sambil mengangkat tangan ke atas. “Ah bisa-bisanya dia hampir bertelanjang seperti itu…” ucapnya dalam hati sambil mengumpat kesal.
Tok tok! “Kau di dalam?”
“Ya…” jawab Eon Goroses yang sudah membuka pintu kamarnya.
“Kau bereskan pakaianku, aku akan berenang di bawah bersama Katie…”
“Terserah kau saja!” jawab Sharoon tanpa menatap ke arah pria tersebut.
Terlalu dini bagi Sharoon untuk melarang adiknya. Lagi pula gadis tersebut tak pernah bisa mendengar ia bicara! Selalu berakhir dengan pertengkaran! Sharoon merasa sangat lelah dan tak ingin terus menerus merusak suasana rumah.
Eon Goroses yang turun ke lantai bawah menatap ke arah kolam renang, di sana ada Katie yang sudah menggunakan pakaian renangnya. Pakaian itu hanya menutupi bagian sensitifnya dan ujung buah d**a saja! Terlihat sangat mewah dan luar biasa saat dia menggunakannya.
“Kau sangat seksi…” bisik Eon Goroses yang masuk ke dalam kolam renang dan mendekat pada Katie.
Gadis itu pun melingkarkan tangannya di pundak Eon Goroses. Bibirnya berusaha untuk menggoda pria tersebut. “Apa kau akan pergi besok…?”
“Iya…” jawabnya yang kini mulai tergoda.
Tangan Katie merajai pinggang Eon Goroses yang tak bisa menahan nafsunya. Bibir mereka berdua menyatu dan saling melumat.
Jari Eon Goroses yang lihai memainkan ujung buah d**a wanita itu dengan erotis. Membuatnya mendesah dan menelan salivanya. “Aku suka sama Mas…”
“Katie, kita baru ketemu kemarin…”
“Memangnya cinta dapat di pAditkan atau di tunda?” Dengan lihai di mendesah dan menggigit dagu Eon Goroses.
Semua itu bisa Sharoon lihat dari lantai atas rumah mereka. Karena balkon kamar Sharoon mengahadap langsung ke arah kolam renang. “Kau ingin dia juga? Ambil saja Katie!” gumamnya sambil tersenyum.
Mereka berdua berenang dan mulai saling menjamah di dalam air. Sharoon malas terus melihat kelakuan mereka, dan tak berniat memberikan nasihat pada adiknya. Toh dia tetap akan bebal dan melawan.
Masih ingat dengan jelas bagaimana Katie menghancurkan hubungan Sharoon dengan kekasihnya. Walaupun telah menerima kenyataan hati Sharoon tetap sakit karena Katie berakhir dengan mencampakkan pria itu.
“Apa yang kau inginkan, aku pun tidak mengerti sama sekali.” gumam Sharoon memikirkan adiknya sendiri.
Katie tahu juga Sharoon melihat semua ini! Saat sang kakak masuk ke dalam. Dia pun keluar dari kolam berenang! “Mas ayo masuk, kau harus berangkat! Jangan terlalu lelah nanti jadi sakit.”
“Ah…” Eon Goroses keluar dari air dan tersenyum. Hanya Katie yang membuat dirinya bersemangat di rumah ini. Dia santun dan lembut! "Katie..." panggil Eon Goroses yang langsung menarik tubuh gadis itu dan menempelkan diri mereka di balik tangga.