Aku menatap Tania tajam, aku tak pernah tahu dengan apa yang sesungguhnya dia inginkan dengan selalu menggangguku. Jika soal Kak Arfan, bukan aku yang meminta Kak Arfan untuk menjauh darinya, semua murni karena keinginan Kak Arfan. Dia yang menjauh dengan sendirinya karena sesuatu yang tak pernah aku ketahui alasannya. "Bukan urusanmu aku bertemu dengan siapapun, Tania!" kataku dengan penuh penekanan. "Kamu...," kata Tania sambil menatapku tajam. Tak ada kata yang aku ucapkan, aku hanya berjalan ke arahnya dan menatap dia tajam hanya dari jarak 5 cm. Aku mengangkat tanganku dan mulai menarik kerah baju Tania hingga wajahnya maju dan tepat berada di hadapanku. "Berhenti ikut campur urusanku, urus saja hidupmu sendiri!" kataku sambil melepaskan bajunya dengan sedikit dorongan dan Tania p

