Bab 47

1045 Kata

Aku menatap jalanan yang masih basah sisah hujan di sepertiga malam tadi. Aku masih terngiang dengan semua perkataan Ayah tadi pagi sebelum aku berangkat dan Ayah kembali pada aktivitasnya. "Jangan pernah mau makan atau minum yang dihidangkan Pak Parjo secara khusus untukmu," Aku tak perlu bertanya apa alasan Ayah mengatakan hal tersebut karena semuanya telah sangat jelas. Yang tak aku pahami sampai sekarang adalah alasan Pak Parjo melakukan semua itu padaku mengingat aku bahkan tak pernah mengenalnya dan tak memiliki masalah dengannya. "Kita langsung ke posko atau ke mana, Mbak?" tanya Om Jajang yang duduk di balik kemudi. Aku kembali ke posko bersama Om Rifky dan Om Jajang yang mengendarai salah satu mobil pribadi Ayah. Aku tak kaget jika mereka membawa salah satu mobil Ayah, menging

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN