Bab 49

1053 Kata

Aku mundur beberapa langkah, tak percaya dengan apa yang aku lihat. Bagaimana kondisi Fani bisa menjadi begitu mengerikan dan begitu mengkhawatirkan. Darah segar keluar dari kepalanya yang sedari tadi dibenturkannya pada pegangan tangga. Tidak, dia bukan hanya mengeluarkan darah segar tetapi kepalanya juga sedikit retak. "Fan, hentikan!" teriakku sambil berusaha menghentikan perilaku Fani yang sangat tidak masuk akal. "Lepas!" kata Fani sambil menghempaskan tanganku ke belakang hingga aku kembali mundur beberapa langkah. "Kalian kenapa tidak menolong dia?" tanyaku sedikit frustasi dengan apa yang mereka lakukan. Mereka sedari tadi hanya menonton dan berteriak tanpa ada yang berusaha menolongnya. "Dimana otak dan hati kalian, hah?" Tak ada seorang pun dari mereka yang menjawab pertanyaa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN