bab 54

1068 Kata

"Ai, kamu baik-baik saja Sayang?" tanya Bunda yang baru saja sampai di ruang rawat inapku. Bunda terlihat begitu khawatir dengan keadaanku, karena aku biasanya tak pernah mengalami hal seperti ini. Beberapa kali Bunda memeriksa setiap inci dari tubuhku hanya untuk memastikan bahwa tidak ada luka lain yang lebih parah dari apa yang Bunda lihat. Aku hanya mampu menatap apa yang dilakukan Bunda tanpa protes sedikit pun. Sebenarnya ingin protes, tapi aku memaklumi kekhawatiran Bunda padaku. "Aku ke barak lagi ya Bun," pamit Kak Arfin setelah Bunda selesai memastikan bahwa lukaku hanya yang terlihat saja. "Tidak, kamu harus jawab dulu pertanyaan Bunda!" kata Bunda sambil menatap Kal Arfin. Yes, bukan hanya Ayah yang biasa mendidik kami dengan keras dan tegas, tapi Bunda juga. Bunda sebagai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN