“Aku cemas banget seminggu ini menunggu kabar darimu, Zia.” Rafli yang memutuskan akan mengantar jemput Zia setiap hari, kini tengah berada di sebuah restoran bersama asistennya yang tiba-tiba tidak bekerja selama seminggu. Hatinya cukup resah tak mendapatkan kabar dari wanita yang sejak awal telah menggelitik hatinya. Zia tersenyum pada manajernya. Wanita cantik yang mengenakan blus berkerah tinggi dengan hiasan rampel di bagian d**a berwarna coklat muda itu, baru saja menyesap segelas air mineral seusai menikmati makan malamnya. “Maaf telah membuat Anda khawatir. Saya punya urusan keluarga yang sangat mendesak. Ada insiden juga yang memaksa saya mengambil cuti mendadak, Pak. Saya bahkan tak bisa membawa mobil dan ponsel saya, saking urgent-nya masalah saya.” Secara tersirat, Zia men

