“Hargai apa yang kamu miliki saat ini, karena kita tak pernah tahu kapan dia akan terus berada di Sisimu? Takdir Tuhan siapa yang tahu? Jangan sampai kita menyesal, jika yang berharga itu lepas dari genggaman tanganmu...” Darren Alcander. . . Di sebuah ruangan lebih tepatnya kantor sebuah Perusahaan terlihat seorang Pria Paruh baya memijit pelipisnya yang mulai terasa pening karena laporan yang baru saja dia dapat dari Asistennya. “Wanita itu benar-benar membuat kepalaku mau pecah, bisa-bisa sebentar lagi Perusahaanku akan bangkrut kalau terus-terusan seperti ini.” Ujarnya pada diri sendiri tapi masih bisa di dengar oleh Asistennya yang masih setia berdiri di Depannya. “Maaf Pak Darris kalau saya lancang berbicara... Ada baiknya Anda bertindak tegas pada Istri Anda, Nyonya harus men

