“Cintamu membutakan mata hatiku... Hingga tak dapat melihat apa yang benar dan yang salah, bahkan hal yang bodoh sekalipun” Naomi Alora Oksana. . . “Titik...” Naomi tidak percaya akan bertemu teman kampusnya di Sini, meskipun mereka tidak akrab tapi masih tahu nama mereka satu sama lain. “Sendirian?” Tanyanya. “Iya...” Jawab Naomi agak kikuk karena memang mereka tidak berteman akrab, lebih tepatnya Perempuan yang bernama lengkap Titik Kamalia itu terkenal sombong dan pilih-pilih teman tetapi sekarang Titik yang menyapanya lebih dulu dengan akrab rasanya terkesan aneh. “Titik sendiri lagi apa di sini?” Lanjut Naomi bertanya. “Ini salon langganan biasa tempat gue perawatan, lo sendiri mau perawatan juga Nao? Kalau iya... Bareng aja.” Tawarnya dengan akrab dan ramah yang mendapat ang

