“Jika mencintai harus sesakit ini, biarkan waktu yang mengikis habis rasa cinta ini... Agar tak ada lagi luka yang mengiringi rasa kesakitan ini..." Naomi Alora Oksana. . . Naomi berdiri di Depan ruang meeting dengan perasaan ragu untuk masuk atau berbalik pergi dari tempat ini. Apa salahnya mencoba Nao? Hana bilang jangan menyerah sebelum berperang. Monolognya pada diri sendiri lalu terkikik karena kata terakhir yang dia ucapkan. Nao seperti Pahlawan pembasmi kejahatan aja pakai berperang, ah... Masuk aja lah. Semangat Nao...! Semangatnya pada dirinya sendiri, dalam satu tarikan nafas Naomi mulai mengumpulkan keberanian lalu dengan cepat membuka pintu ruangan tersebut. “KAKAKKK...” Panggilnya dengan senyum merekah karena melihat Kakak tirinya sedang duduk di temani beberapa orang

