Begitu Rani berlalu pergi, Arsyad langsung menghampiri Vanya yang sedang berdiri. "Anya." Vanya kembali menghindari majikannya itu. "Saya sendiri kaget dengan kelakuan Rani tadi." "Bapak kenapa?" tanya Vanya. "Kamu tidak cemburu saat Rani mencium saya?" "Cemburu? Untuk apa?" tanya Vanya mencoba menyembunyikan kebohongannya. "Saya di sini hanya sebagai babysitter, bukan siapa-siapa." "Kamu akan menjadi istri saya." "Saya tidak mau sama, Bapak." "Tapi kenapa?" tanya Arsyad. "Bukannya kamu mencintai saya? Dan saya pun juga udah sering mengecup kamu." Vanya terkekeh geli. "Bapak mencoba menggoda saya?" Arya hanya bisa membuang mukanya, dia seperti ketahuan dengan ucapannya sendiri. "Pak, Pak ... Kalau lagi pengen, sewa perempuan aja. Bapak 'kan banyak uang." Ucap Vanya. "Kalau perl

