"Mama ke boutiqe dulu ya, sayang. Nanti Mama jemput," Qenna memberi kecupan di dahi putrinya. "Iya, Mama, Qiara masuk dulu. Dah, Mama," Qiara melambaikan tangannya ke udara pada sang Mama. Ia pun melangkah menuju masuk ke sekolah. Qenna yang mendapati sang anak sudah masuk ke sekolahan, ia pun kembali ke mobil. Mengendarai mobilnya ke boutiqe yang menjadi rutinitasnya sehari-hari. Dari belakang mobil Qenna, terlihat seseorang di dalam mobil itu, Rafa tengah mematri dari kejauhan. Entah apa maksud dari menguntit Qenna, hanya pria itu yang tahu. Jam yang di tunggu-tunggu pun tiba. Rafa kembali ke sekolahan Qiara. Jauh sebelum perempuan itu sampai dulu. Baru saja mesin mobilnya di matikan, Qiara telah berada di luar. Melirik sana-sini mencari keberadaan sang Mama yang belum datang menjemp

