Tante Lydia mengerutkan dahinya melihat Qenna tampak melamun berkelana dengan pikirannya sendiri. Sedangkan pertanyaannya di angguri begitu saja. Lama terdiam tante Lydia melambaikan tangannya di depan wajah Qenna."Qen, Qenna, hai!" "Kamu enggak apa-apa kan?" sambungnya kemudian. Qenna tersentak dari lamunannya. Kelopak mata perempuan itu mengerjap perlahan."Eh ... hummm, aku nggak apa-apa kok, Tante." "Kamu yakin, tidak apa-apa?" Tanya tante Lydia. Perempuan itu mengangguk."Qiara mana? Apa dia juga di dalam sama Gibran?" tanya ulang Tante Lydia yang belum sempat terjawab oleh Qenna. "Qiara sudah pulang, Tante. Di jemput pengasuhnya tadi. Aku lupa memberitahu pengasuhnya, kalau aku yang akan menjemputnya. Eh, tau-tau dia udah pulang," killah Qenna berbohong. Bagaimana lagi, dia pun ke

