Pagi yang buruk

1554 Kata

Melihat hari sudah terang di luar sana, Qenna keluar membeli kebutuhan dapur untuk di masak. Ia akan memasak hari ini, terutama masak sayur dan membeli buah-buahan untuk kebutuhan anak yang ada di kandungannya. Tidak lupa, s**u hamil yang harus juga ia minum. Qenna keluar dari rumah. Matanya terasa sembab. Semalaman ia terus memikirkan perkataan Mama Jamilah. Ada rasa berat hati meninggalkan kota ini. Terutama ibu Aisyah dan adik-adik panti yang selama ini telah di anggap sebagai keluarga sendiri. Menjalani hidup seorang diri itu tidak mudah. Apa lagi dengan kondisi saat ini. Beban terasa sangat berat masa-masa hamil ini. Di mana ada suami atau orang tua yang bisa sebagai penopang hidup, Qenna malah tidak memiliki ke dua-duanya itu. Peran suami yang lebih penting di saat masa-masa keham

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN