Hari-hari berlalu tidak terasa, empat bulan sudah usia kandungan Qenna. Ia masih bekerja di tempat Armand. Ada perubahan yang menonjol dari bentuk tubuhnya. Perutnya mulai membesar, janin yang ada dalam kandungannya pun mulai bergerak. Gerakan si cabang bayi menjadi suatu hal yang membuatnya bahagia. Untuk pertama kali dalam hidupnya merasakan kehamilan. Meski tidak sebahagia pasangan yang lain, di temani sang suami di sisinya. Namun, dengan kehadiran janin itu cukup membuat hidup Qenna bahagia. Mencukupi hidupnya seorang diri dan kebutuhan si cabang bayi. Membeli s**u hamil, buah-buahan dan makanan bergizi untuk menunjang tumbuh kembang si cabang bayi. Pekerjaan yang ia lakoni, mulai membuat Qenna terkadang semakin lelah. Seakan posisinya sebagai cleaning servis tidak cocok untuk Qenn

