Rafa berdiri dari kursi kerjanya. Baru saja ia hendak melangkah, kepalanya terasa pusing. Perutnya juga terasa di aduk-aduk. Tubuhnya dari kemaren sudah tidak enak badan. Namun, hari ini semakin terasa. Rafa memegangi kepalanya. Ruangan yang ia pijakan terasa miring. Tidak kuat lama-lama berdiri Rendra kembali duduk. Saat Rendra hendak menghubungi sekretarisnya, suara ketukan pintu terdengar."Masuk!" Pintu terbuka. Menampakkan Alin menyambul di balik pintu dengan senyum mengembang di wajahnya. Rafa melihat Alin dengan mata menyipit untuk memperjelas tatapannya. Sebab, semua yang ia lihat nampak buram membayang. "Kamu kenapa sayang?" tanya Alin mendekati Rafa yang terlihat tidak baik-baik saja. "Kepala aku pusing. Hoeekk ... Hoeekk." "Rafa!" Sontak Alin menjauh dari hadapan suaminya.

