"Ya sudah aku duluan ya," Cita meninghalkan Qenna lebih dulu. Mereka saling membagi pekerjaan dan mereka sudah tahu apa yang seharusnya mereka lakukan. "Hmmm ..." Qenna berdehem, sembari memberi anggukan di kepala. Perkerjaan pertama telah selesai membersihkan toilet. Qenna berhenti sejenak. Menyeka keringat yang keluar dari pori-pori kulit kepalanya. Mengalir di atas dahi, hingga sampai menyentuh bagian pipi dari sisi samping. Qenna merasa-merasakan tubuhnya. Terutama di bagian perutnya yang terdapat janin. Bersyukur tidak ada yang terasa membuat tubuhnya merasa sakit. Qenna merasa tubuhnya baik-baik saja. Ia berhasil mengurangi mual di perutnya itu. Qenna mengeluarkan minyak kayu putih yang ia di dalam saku celana kerjanya. Mengoleskan kembali pada masker, perut, sedikit di hidung,

