Penolakan Qenna

1954 Kata

Armada yang di tumpangi oleh Armand mendarat dengan mulus di tanah indonesia, di ikuti Armand dengan segera melangkahkan kakinya menuju konter imigrasi. Setelah mendapat cap paspornya. Dia menghela napas panjang. Akhirnya udara ini lagi, setelah beberapa hari meninggalkan dan menempuh perjalanan panjang. Udara dingin nan sejuk dengan rintik hujan mengiringi kepulangan Armand. Capek, lelah di rasakan oleh tubuhnya. Keluar dari pintu ke datangan, Armand langsung melihat Hans sudah berada tepat di antara barisan orang-orang yang menunggu. Hans membuka kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya, melempar senyum pada Armand yang perlahan langkah kaki sahabatnya itu mendekatinya. Armand hanya melongos menghampiri sahabatnya itu. "Selamat datang, sahabatku," ujar Hans dengan manis, membentan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN