"Syukurlah Alin. Ah ya, boleh minta waktu kamu sebentar?" Mama Jamilah berucap."Sudah lama kita tidak bertukar suara. Meski hubungan kalian berakhir, bukan berarti silahturahmi kita terputus, bukan?" Alin mengangguk samar."Ya benar, kalau gitu gimana kalai kita bicara di restauran itu? Sambil menikmati minum." "Ya sudah kita ke sana," Mama Jamilah menyetujui. Restauran yang tidak jauh dari mereka menjadi tempat yang pas untuk berbincang sebentar dengan Alin. Dua perempuan itu melangkah menuju restauran tersebut. Setiba di restauran, Alin memesan minuman untuk menyegarkan tenggorokan di sela pembicaraan mereka nanti. Untuk pertama kalinya bagi Mama Jamilah dan Alin bertatap muka dan berbicara empat setelah perceraian itu terjadi. "Alin, Mama minta maaf atas kesalahan Rafa padamu. Mama t

