Firasat buruk

1469 Kata

Dahi pengasuh Airin semakin di buat mengerut saat orang berlari ke arah yang sama. Jauh dari pandangan pengasuh Airin, ia melihat sebuah kerumunan yang memperlihatkan setiap raut wajah kekhawatiran di masing-masing orang tersebut. Tentunya itu semakin membuatnya panik terlebih keberadaan Qiara juga tidak terlihat di pelupuk matanya. "Kasihan sekali ya, anak itu. Dia sampai tidak sadarkan diri," tutur salah seorang pengunjung taman. "Iya, semoga saja nyawanya dapat tertolong. Dimana orang tuanya, ya? Aku tidak melihatnya di sana," timpal teman sebelahnya. "Entahlah aku tidak tahu," sahut temannya, bahunya ikut terangkat. Mereka melewati pengasuh Airin yang terpaku dengan mata mengerjap pelan. Manik matanya mulai berkaca-kaca, irama detak jantungnya semakin tidak karuan saat telinganya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN