Melihat kepergian Tante Lydia yang perlahan menjauh dari jangkauan matanya, Qenna menarik napas dalam-dalam untuk menetralkan moodnya yang terlanjur hancur hari ini. Pikirannya kembali kalut. Sebenarnya ini tidak terlalu sulit di mata orang yang tidak mengalami langsung masalah yang di hadapi Qenna, bagi orang yang terlanjur merasakan sakit mendalam di relung hati, memang butuh untuk melenyapkan kenangan buruk itu. Bukan hanya di sakiti, tetapi juga di hina oleh orang yang tidak tahu permasalahan awalnya. Hanya bisa menilai dari segi yang terlihat dari mata telanjang mereka saja. Melarikan diri selama ini, cukup membuat hati dan hidup Qenna membaik. Termasuk tumbuh kembang sang anak yang tidak mendapatkan tekanan mendalam dari ejekan orang lain. Saat hendak masuk ke dalam mobil, deringa

