Kedatangan Siska di Kantor

1928 Kata

Qiara menuruni tangga dengan sangat hati-hati. Ia akan menuju meja makan untuk sarapan lebih dulu. Sang Mama telah berada di sana dengan celemek masih terpasang di tubuhnya. "Mama," serunya. Saat langkah kaki Qiara telah mendekati meja makan. Dan Qenna tampak sibuk menata sarapan pagi ini. "Hai, sayang. Gimana tidurnya semalam, nyenyak?" tanya Qenna membuka pembicaraan dengan sang anak. "Qia rasa begitu, Ma. Buktinya Qia bangun lebih awal," cetusnya sambil mendarat duduk di kursi. Meletakkan tas sekolah di sebelah kursi yang kosong. "Huumm, pasti gara-gara keasyikan main ya, sama Om Rafa. Gimana orangnya? Om Rafa baik enggak orangnya?" tanya Qenna sembari mengoles selai pada roti untuk putrinya itu. "Om Rafa baik orangnya. Qiara di ajak semua permainan, makan, dibeliin baju, boneka.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN