Saat Siska hendak lebih mendekati Armand, tiba-tiba pintu ruangan Armand kembali terbuka tanpa ketukan pintu. Siapa lagi kalau bukan Hans, pria itu cengingiran pada sahabatnya dan Siska yang seketika menarik tubuh menjauh dari Armand. Raut wajah Siska berubah kesal, bola matanya berputar penuh serta tangan mengepal kuat di bawah sana. Bisa-bisanya Hans mengganggu waktunya bersama Armand. Pada hal ia telah menyiasati ini jauh sebelum keberadaannya di kantor sang mantan. Dengan mudahnya Hans menghancurkan susunan rencana Siska untuk menarik simpati Armand. Ingin rasanya Siska memaki-maki Hans yang telah berani menggalakan semuanya. "Hai, Pak atasan aku yang baik, aku lupa bahwa nanti ada meeting. Ah ya, aku sudah mempersiapkan proposalnya untuk di bahas nanti," Hans melempar senyuman yang

