Malam semakin larut, aku dan Mas Aska kini dalam perjalanan pulang. Kami berdua diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga pada akhirnya Mas Aska yang lebih dulu membuka suara. "Kamu kenapa masih jomlo sampai sekarang? Nggak pengen nyoba pacaran sekali aja?" Bagaimana aku akan menjelaskan padanya bahwa tidak ada pria yang mendekatiku. Dulu aku berpikir karena keluargaku miskin, rumahku jelek, dan wajahku yang jerawatan sehingga banyak pria mungkin malu berpacaran denganku. Selain itu kejadian saat kelas tiga SMA juga membuatku trauma. Dulu aku sangat bahagia karena Reno, teman sekelasku yang diam-diam aku suka, mengatakan cinta padaku. Dia mengajakku berpacaran, lalu aku meminta waktu satu hari untuk memikirkan jawaban. Saking senangnya malam itu aku sampai tidak tidur karena terba

