Kenangan

1127 Kata

Terdengar langkah kaki memasuki ruangan itu. Sebuah cahaya terang kembali menyilaukan mata Nadin. Rambut hitam terurai dengan wajah tersenyum dan tangan yang melambai ke arahnya. "Mama...!!" Ucap Nadin. Sosok lembut itu mendekat dan mengelus rambutnya. "Putriku ...!!" Jawabnya. "Mama, Nadin kangen sama Mama." Ucap Nadin. "Kenapa kamu selalu bilang begitu? Bukankah Mama akan selalu ada dalam hati kamu. Mama tidak pernah jauh dari kamu." Ucap Sisi lirih. "Nadin gak sanggup bila harus hidup tanpa Mama." Wajah Nadin menunjukkan kesedihan yang amat mendalam. "Jangan bicara begitu. Mama gak kemana-mana. Ingatlah, Mama membesarkan kamu dengan kekuatan dan kamu harus kuat." Ucap Sisi. Perlahan bayangan Sisi menghilang dan tak terlihat lagi. Nadin berlari mengejarnya namun sayang, bahkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN