Berdebat

1041 Kata

Alisa benar-benar merasa terpojok. Perbuatannya benar-benar telah di ketahui. Dan dia tak bisa lagi mengelak. Terutama saat dia menatap mata Nadin yang sedang menelisik tajam ke arahnya. Alisa tahu kalau perempuan di depannya itu sedang memberikan ancaman lewat tatapannya. "Jadi, kamu sudah tahu?" Tanya Alisa mencoba untuk santai. Walau sebenarnya dia sedikit ketakutan. Nadin tersenyum miring. Dia tak menyangka jika reaksi Alisa akan seperti itu. Sepertinya Nadin harus lebih menekannya. "Alisa, kamu sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri. Kamu sahabat yang berarti buat aku. Aku cuma mau bilang, kenapa kamu lakuin ini? Dan aku minta satu hal sama kamu. Tinggalkan Papa aku." Ucap Nadin. Mendengar ucapan Nadin, Alisa justru tersenyum. "Nadin, dia cinta sama aku." Ucap Alisa dengan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN