Alisa terus saja diam. Sementara Hendri terus menerus memijat pelipisnya. Sepertinya rasa pusing melandanya secara tiba-tiba. Keinginan untuk menahan rahasia ini sebentar saja sudah tak bisa lagi. "Mas, bagaimana? Dia sudah tahu tentang hubungan kita." Ucap Alisa. Hendri masih terdiam. Entah apa yang harus dia lakukan setelah ini. Karena Nadin cukup berharga baginya. "Sayang, aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kita tidak bisa begini sampai dia berumur 22 tahun. Dan itu sebulan lagi." Ucap Hendri. "Aku capek, Mas. Aku capek kalau harus terus ketemu kamu diam-diam." Ucap Alisa. Hendri kemudian menarik wanita itu dalam pelukannya. "Sabar, Sayang. Bersabar beberapa bulan lagi dan aku akan menikahi kamu secepatnya. Aku juga akan mendepak wanita tua itu dari hidupku. Pe

