Setuju

1210 Kata

Nadin menghela nafas untuk sejenak. Setengah jam berlalu dan akhirnya Arya pulang dari rumahnya. Nadin kemudian masuk kamarnya dengan malas. Dia tak tahu harus sampai kapan menjalani hubungan seperti ini. Dan ini bukan sepenuhnya kesalahan Arya. Ini juga kesalahan Nadin yang sudah memberikan harapan. "Nadin, karena kamu sudah ingat segalanya, Mama mau ngasih semua ini. Sebenarnya Mama ingin membuangnya, hanya saja Mama ragu. Mama berfikir kalau kamu berhak melihatnya. Karena ini semua barang-barang kamu." Ucap Sisi kemudian pergi setelah menaruh barang-barang Nadin di atas meja. Nadin diam sejenak sambil memandangi beberapa barang yang Mamanya berikan untuknya. Nadin mulai membuka kotak itu. Berisi sebuah ponsel dan juga beberapa benda miliknya. Mata Nadin terpaku pada sebuah cincin y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN