Nadin pulang ke rumahnya dengan perasaan tak karuan. Berpura-pura seakan tak terjadi apapun itu sangatlah tidak baik. Rasa kecewa yang menghinggapi hatinya kian menjadi. "Nadin, udah datang sayang?" Tanya Sisi. "Udah, Ma." Jawab Nadin. "Makan dulu yuk. Mumpung Mama baru aja masak." Ucap Sisi. Nadin tersenyum. Bagaimanapun juga, dia tak bisa menunjukkan kesedihan itu pada Mamanya. Saat sedang asyik makan bersama, Felin hadir dengan pertanyaannya. "Mbak Nadin, kapan Papa pulang?" Tanya Felin. Nadin terdiam seketika mendengar pertanyaan dari Felin. "Sabar ya? Papa masih kerja." Jawab Nadin. Dalam hati Nadin sungguh kecewa. Sosok Papa yang dia kagumi ternyata mengkhianati pernikahannya sekaligus keluarganya. "Felin, makan dulu." Ajak Sisi. "Baik, Ma." Jawab Felin dan segera duduk unt

