5

1120 Kata
"Dimana anak-anakku Nicholas Sykes?" tanya Yui langsung kesetanan saat melihat Nicholas Sykes baru keluar dari lift. Ia dan Jay sudah menunggu cukup lama didepan apartment laki-laki itu. Nicholas Sykes, sang model terkenal yang rela membatalkan kontrak demi mendapatkan apa yang ia inginkan, berjalan mendekat dengan senyum mengembang "Sepertinya kau sangat merindukan calon suamimu yang penuh pesona ini Nona Kito. Jangan malu-mala untuk memeluk dan menciumku" katanya dengan melebarkan tangan, memberi kesempatan wanita pujaannya itu andai saja wanita yang sudah penuh kemarahan itu punya niat. "Sekarang bukan waktunya bercanda, Nick" cetus Jay Sykes yang ikut menemani Yui. Wajahnya datar dan serius seperti biasa. Dan tentu saja saudara laki-laki sang model terkenal itu tidak suka basa-basi. Meski Nicholas ingin sekali menonjok saudaranya itu ia masih bisa cengengesan "Ah, Dear. Kenapa harus bawa bodyguard ke sini. Aku tahu aku kuat" katanya memamerkan otot lengan kanannya "Tapi tak perlu bawa tameng" lanjutnya dengan santai memasukkan sandi apartemennya "Selamat datang di rumah barumu. Jangan sungkan. Silahkan masuk" katanya saat membuka pintu. Menghadapi Nicholas Sykes ternyata lebih mudah membuat Yui Kito kehilangan kesabaran "Nick, Kau..." Nicholas Sykes berbalik dan menatap dengan serius "Lebih nyaman berbicara didalam" katanya lebih serius. Humor sudah terbang saat kakinya sudah berada didalam apartment mewah itu. Mau tak mau Jay dan Yui ikut masuk mengikuti Nicholas yang melangkah dengan santai, seakan-akan ia hanya membawa temannya berpesta. Memasuki apartment itu kembali seperti membawa Yui pada masa lalu yang selalu ingin ia lupakan. Sergapan gugup langsung menyerangnya. Apa yang diinginkan Nicholas Sykes dan Kemana laki-laki itu membawa anak-anaknya? Apakah disalah satu ruangan milik laki-laki itu? "Kembalikan anak-anakku" kata Yui Kito dengan melipat kedua tangannya di depan d**a. Ia merasa ketakutan lagi, mendadak ia merasa tidak tenang yang amat menganggu. "Duduklah, pembicaraan kita akan sangat lama. Kau akan keram jika terus berdiri" kata Nicholas Sykes yang sudah duduk dengan santai disalah satu kursi ruang tamunya. Yui Kito berdecak kasar, menghadapi Nicholas Sykes menaikkan temperamennya dengan cepat. Sedangkan Jay nampak lebih tenang, mungkin sudah sering menghadapi kelakuan saudara laki-lakinya itu. Ya, ia harus tenang selayaknya Jay, menghadapi Nicholas harus memutar otak lebih. "Apa yang sebenarnya kau inginkan, Nick?" tanya Jay saat Yui sudah sedikit tenang duduk disampingnya. Ia tidak menyangka adiknya yang manja dan hanya suka mencari perhatian bakal melakukan hal sejauh ini demi memenangkan wanita dalam genggaman tangannya. Senyum mengejek terbit di wajah Nicholas "Kau masih bertanya apa yang ku inginkan? Se-Imakurga bahkan sudah tahu, aku ingin menikah Yui dan aku ingin anak-anakku" katanya. "Mereka anak-anakku" kata Jay menegaskan. Nicholas mengangkat bahu cuek "Secara hukum memang, tapi secara biologis dia anak-anakku. Meski kita sekarang terjun ke pengadilan, aku meragukan kalian akan menang. Kau bisa bertanya pada Alastair jika tidak percaya" katanya. Benar tidak mudah menghadapi Nicholas, pikir Yui. Tidak heran jika sekarang ia tahu siapa Abiel dan Steve sebenarnya "Kau mengunakan anak-anak untuk memaksaku menikah denganmu" kata Yui dengan tawa mengejek "Licik sekali cara mainmu" gerutunya. Nicholas menatap pura-pura tersinggung "Jangan berbicara seperti itu, kau membuatku terdengar jahat, Dear. Tapi bagaimanapun, yang kau katakan ada benarnya juga. Kalau kau memang mau anak-anak kembali, kau mesti setuju menikah denganku" "Aku tahu bicara denganmu buang-buang waktu. Sekarang terserah maumu apa! Aku akan menemukan anak-anak dengan caraku" kata Yui, semakin lama ia berada di sana semakin rasa sesak membunuhnya. Apalagi harus mengahadapi Nicholas Sykes, bisa-bisa ia mati karena tekanan darah tinggi. "Aku akan sangat senang jika kau bisa" tatang Nicholas dengan senyum mengejeknya. Yui baru akan mengatakan sesuatu ketika ponselnya bergetar dalam genggamannya "Kami sudah menemukan keberadaan mereka, Mother. Anak-anak dibawa ke kediaman Mayor Jenderal Ergon Smith. Akan sangat berbahaya masuk ke sana" Yui mendengar dan menatap Nicholas Sykes dengan geram. Ia terlalu meremehkan laki-laki tukang umbar kata-kata manis itu. Ia lupa, laki-laki itu masih berketurunan Sykes dengan pemikiran tajam dan Nicholas tidak sepolos Jay. "Mengapa menatapku begitu, Dear" kata Nicholas penuh kebanggaan. Ia tidak salah menebak orang-orang Yui bakal bekerja sangat cepat. Kemarahan Yui berlipat sepuluh "Bagaimana kau... " "Apa apa?" bisik Jay pada Yui. "Aku tahu kau terlalu meremehkan aku, Dear. Tapi sayangnya aku baru menunjukkan diri. Orang-orangmu hebat sekali, tak butuh waktu yang lama untuk mencari keberadaan anak-anakku. Sekarang aku semakin yakin kau punya banyak orang-orang kuat di belakangmu. Kau lupa? Aku juga punya. Ergon Smith paman jauhku, meski Jay yang meminta sekalipun, aku ragu ia bakal memberikan anak-anak" kata Nicholas. Ia sudah mengikuti mengikuti gadis itu sangat lama dan ia tahu gadis itu punya kekuasaan besar yang tersembunyi. Bagaimana ia bisa mengubah satu panti asuhan kecil dan hampir dibubarkan pemerintah menjadi sekolah asrama semi militer yang gratis hanya dalam waktu tiga tahu. Dimana ia mendapatkan uang sebanyak itu untuk mengurus ribuan anak-anak yatim dan mendirikan usaha setelah mereka mencapai batas maksimal usia tinggal di panti? Yui Kito tersenyum sinis "Harus aku tidak meremehkanmu saat tahu Marthew mulai mengorek-ngorek hidupku. Kalau kau memang sangat penasaran dengan kehidupanku, harusnya kau bayar detektif yang lebih berpengaruh" Lihat, gadis itu bahkan tahu ia diikuti. Empat tahun bahkan tidak cukup untuk mengetahui rahasia wanita itu. Bagaimana ia bisa menyembunyikan dirinya sebaik itu? Siapa orang-orang yang berada dibelakangnya? Sungguh sebuah misteri yang amat besar bagi Nicholas "Kita sudah menunjukkan diri satu sama lain. Bukan lebih baik jika sekarang kita bekerja sama" kata Nicholas. "Apa yang kau tawarkan?" tanya Jay akhirnya. Ia tidak terlalu apa yang sebenarnya dua orang ini bicarakan. Mengapa nama paman Ergon juga disebut, laki-laki itu punya pangkat yang tinggi di angkatan darat. Lalu siapa Marthew? Mengapa nicholas mengatakan Yui punya kekuasaan yang besar, wanita itu hanya seorang pemilik panti asuhan dan beberapa usaha kecil lainnya. Nicholas menatap mereka silih berganti "Kau ingin anakmu" pandangannya tertuju pada Jay "Aku juga ingin anakku, kau mengakui anak-anakku, aku mengakui calon anakmu. Kurasa semuanya cukup adil" "Kalau kau ingin anak-anakmu kau bisa mendapatkannya tampa menikahi Yui. Aku akan memberikan hakmu" tawar Jay dengan tenang. "Aku menginginkan Yui, sama seperti kau menginginkannya. Kita sama-sama menginginkannya. Selama Yui mengandung anakmu, dia milikmu. Tapi setelahnya kau harus mundur" Nicholas balas menawar. "Aku bukan barang Nicholas Sykes" sergah Yui dengan geram. Bisa-bisanya laki-laki licik itu membuat penawaran seperti itu. Nicholas menatap Yui dan tersenyum. Wanita yang penuh misteri "Bagaimana jika kita bicarakan ini hanya berdua, Dear" "Aku ikut cara mainmu, Jay kau bisa pulang sekarang" kata Yui dengan tegas. Nicholas Sykes mencoba bermain dengannya dan dia harus lihat permainan seperti apa yang ditawarkan laki-laki itu. "Yui, aku... " Jay Sykes hendak memprotes. "Kau sudah sering bolos bekerja Tuan Sykes, aku takut nanti kau dipecat ayahmu" kata Nicholas kembali mengolok. "Tidak apa-apa, kau bisa menemuiku nanti malam" kata Yui menenangkan Jay yang sepertinya sudah kehabisan stok kesabaran menghadapi saudara laki-lakinya. "Kalau kau takut aku berbuat jahat pada calon istriku, kau bisa menunggu kami disini sebentar. Kami tidak akan lama. Anggap saja rumah sendiri" kata Nicholas berdiri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN