Jay Sykes berdiri menunggu hingga Yui Kito keluar dari toilet.
Wajah pahatan dinginnya nampak cemberut dan kesal.
Ada apa dengan dua bersaudara ini, pikir Yui Kito melirik lelaki itu.
"Kenapa Nick lebih dahulu tahu dibandingkan aku? Kenapa bukan aku orang yang pertama kau beritahu, Yui?" tanya Jay Sykes menuduh dan mengeluh.
Kepala Yui Kito rasanya tidak bersahabat lagi, ia lalu membawa Jay Sykes berjalan melewati lorong yang menuju ruangannya.
"Jay, Aku pingsan di dekat Cafe, dan aku tidak tahu mengapa dia ada di sana dan malah dia mengantarkan aku ke rumah sakit, sungguh. Percaya padaku. Jika kau bakal tanya bagaimana ia bisa berada di sana, aku sungguh tidak tahu" jelasnya dengan lembut karena tahu betul dengan karakter Jay Sykes.
"Aku menginginkan anak itu" kata Jay Sykes tidak lagi terjerat lagi persoalan Nicholas, dan tanpa pembukaan atau basa-basi mengatakan keinginannya, khas sekali seperti dirinya.
"Maafkan aku Jay. Aku tidak bisa mempertahankannya. Dia akan lahir tanpa ayah" tolak Yui Kito, meski nada bicaranya masih penuh kelembutan, tapi ada semacam tekad dimatanya.
"Memangnya selama ini aku kurang bertanggungjawab atas Abiel dan Steve?" tanya Jay Sykes tersinggung.
"Itu berbeda Jay, kasusnya tidak sama. Persoalannya sekarang kau sudah menikah. Aku tidak bisa dan tidak ingin anak-anakku tenggelam dalam bayang-bayang bertengkar dengan ibu dan saudara-saudaranya yang lain" jelas Yui Kito tertekan.
"Aku bisa menceraikan Kaella. Aku akan melakukan apapun Yui. Kumohon jangan gugurkan anak itu" pinta Jay Sykes.
Saat Yui Kito akan mengatakan sesuatu, seorang wanita berseragam berjalan dengan tergesa kearah mereka dengan wajah nampak cemas "Mother, Steve dan Abiel..." kalimat wanita itu terhenti ketika ia menyadari kehadiran laki-laki asing di sana.
"Tidak mengapa, lanjutkan" kata Yui Kito karena mengerti bahasa mata wanita itu.
"Seseorang bernama Nicholas, model yang mengumumkan akan menikah dengan anda, laki-laki itu mengaku calon ayah si kembar, dia.. Dia membawa si kembar dan pengasuhnya pergi. Dan mereka belum kembali hingga sekarang" jelas wanita itu.
"Apa?"
Apa lagi sekarang?
***
Michael Sykes menghela nafas dengan berat, sifat keras kepala dan semaunya Nicholas Sykes berasal darinya.
Jika anak bungsunya itu sudah meminta sesuatu maka permintaan itu harus terkabul, jika tidak ia bakal melakukan segala cara untuk mendapatkannya.
Buktinya, saat Nicholas Sykes ngotot ingin menjadi model, ia membuktikan sendiri, dengan usaha dan kegigihannya diusianya yang baru dua puluh lima tahun Nicholas telah berhasil menjadi model dengan bayaran tertinggi.
"Apa kau yakin akan menikahi wanita yang memiliki anak dengan saudaramu? Kau bakal terus dihantui perasaan cemburu dan was-was dia bakal kembali ke ranjang saudaramu, Nick. Keterikatan tak terlihat yang akan terus menjadi duri dalam hubungan kalian. Pernikahan bukan permainan anak-anak. Bukan saja tentang urusan ranjang saja Nicholas. Ada banyak faktor yang bakal menganggu hubungan pernikahan kalian" kata Michael Sykes membujuk, dan sedikit bersyukur istrinya tidak berada di rumah ketika putra bungsu mereka berkunjung dan meminta izin menikahi Yui kito.
Jika saja Sharon Sykes berada diruang yang sama, tentu wanita terhormat itu bakal menyalahkan suaminya lagi atas kejadian dimasa lalu. Karena kesalahan itu juga Michael Sykes tidak bisa memaksakan kehendak kepada putra-putranya.
Nicholas Sykes menatap laki-laki berkaca mata itu dengan serius "Aku mencintainya ayah, sudah hampir empat tahun, tidak ada wanita yang kuinginkan selain dia. Memang ada kemungkinan ia bakal kembali ke ranjang Jay, tapi aku bakal mengusahakan itu tidak bakal terjadi, Ayah" katanya dengan serius juga.
Selain sifat, tidak ada kesamaan antara ayah dan anak itu. Michael Sykes berambut pirang dan bermata biru laut, sedangkan Nicholas berambut cokelat dan bermata abu-abu, mirip sekali dengan ibunya.
Laki-laki berusia lima puluh tujuh tahun itu memperbaiki letak kaca matanya "Kau mencintai Mikasa, Nick. Aku tahu kau sangat mencintainya. Saat ini yang aku lihat kau hanya mencoba mengantikan Mikasa dengan gadis itu. Tapi dia Yui Kito, Nicholas, bukan Mikasa Kito. Mereka berdua persis berbeda" katanya.
Saat Mikasa menghilang, Nicholas berubah menjadi sosok yang gila. Berbulan-bulan ia mencari Mikasa kesana kemari, tapi gadis itu bagai hilang ditelan bumi. Saat itu Michael tidak ambil pusing, karena ia pikir cinta Nicholas pada gadis itu hanya karena perasaan remaja yang sedang mengebu-gebu karena memikirkan semuanya tentang cinta. Ternyata ia salah, buktinya hingga saat inipun wanita itu tidak pernah hilang dari hati dan pikiran putra bungsunya. Bahkan hingga ia tahu Mikasa telah tiada sekalipun.
"Sekarang bagiku tidak ada bedanya, Ayah. Sampai kapanpun aku bakal tetap menginginkan Yui dan tak akan ada yang mampu menggantikan dia" jawab Nicholas lebih menyakinkan. Ia tidak main-main dengan mengumumkan ke seluruh penduduk negara bahwa ia ingin menikahi wanita itu.
Ia tidak sebodoh itu untuk mempertaruhkan karirnya demi seorang wanita. Ia sudah merencanakan semuanya sangat lama, dan sekarang adalah saat yang sangat tepat.
"Itu keputusanmu, anakku. Tapi, apakah kau benar-benar yakin menikahi wanita yang sudah memiliki tiga orang anak dengan saudara kandungmu?"
Nicholas Sykes tertawa kecil "Belum satupun, Ayah" katanya.
Kening Michael berkerut samar "Apa maksudmu?"
Tatapan Nicholas yang biasanya main-main berubah serius "Kalau ayah pikir aku masih kecil, maka segera ayah terbangkan pemikiran bodoh itu. Aku memang tak sepintar Jay, tapi aku sudah cukup dewasa untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Abiel dan Steve anak-anakku, bukan Jay" katanya.
Michael Sykes tak bisa menyembunyikan keterkejutannya "Bagaimana kau...?"
Benar dua anak kembar itu bukan anak-anaknya Jay, mereka putra kandung Nicholas. Michael setuju dengan gagasan Jay yang menjadi ayah secara hukum untuk kedua bocah lelaki itu mengingat karir Nicholas saat itu baru berkembang, apalagi Nicholas saat itu terlalu muda untuk menjadi seorang ayah.
Mendung nampak mengisi wajah Nicholas karena selama ini saudara bahkan orang tuanya telah menyembunyikan kebenaran keberadaan putra-putranya "Aku yang merampas keperawanan gadis itu, aku tahu ia masih suci saat ia pertama kali tidur denganku" akunya dengan penuh rasa bersalah "Aku tidur dengan saudara perempuannya, dia tidur dengan saudara laki-lakiku. Jay mengakui anak-anakku, aku mengakui calon anaknya. Cukup adil kurasa"
"Tapi sekarang keadaannya berbeda Nick, Mikasa telah tiada, sedangkan Jay masih hidup" kata Michael Sykes sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Benar, tapi Jay sudah menikah. Dan aku juga tahu Kaella dahulunya cinta pertama Jay"
"Kalau begitu katamu, aku hanya bisa menyerahkannya padamu sepenuhnya. Kau sudah dewasa untuk tahu apa yang terbaik untukmu. Aku hanya bisa mendukung. Sekarang putar otakmu untuk membujuk ibumu, aku angkat tangan urusan itu"
"Terima kasih, Ayah"