Kami memang berencana menikah dan berita baiknya dia punya hadiah pernikahan yang luar biasa untukku.
Yui kito langsung melempar surat kabar yang baru dikirim ke ruangannya.
Sialan!!!
Paparazi menangkap aksi Nicholas Sykes yang menggendongnya keluar rumah sakit, dan dua kali sial saat rumah sakit membocorkan usia kehamilannya, membicarakan betapa Nicholas dengan tabah menunggunya sadar. Betapa aksi si dewa ketampanan amat disanjung-sanjung di sana.
Dan tiga kali sial saat Nicholas Sykes mengklarifikasi ia akan segera menikah dan punya anak dengan Yui Kito. Sekarang ia baru mengerti arti ucapan laki-laki itu kemarin.
"Letta" teriak Yui geram dan wanita berseragam yang dirancang khusus bernama Letta muncul ke ruangannya.
"Ya, Mother" kata wanita itu.
Semua orang di panti asuhan memangil Yui dengan sebutan 'Mother' karena wanita itu benar-benar sosok ibu bagi semua orang di sana.
Amarah Yui Kito selalu seperti itu. Dihari-hari biasa ia akan nampak lembut dan tenang. Namun, orang-orang tertentu tahu temperamennya yang terkadang kejam dan sadis. Ketika satu hal tak berjalan sesuai dengan pikirannya, mata coklatnya akan bersinar dingin dan siapapun yang berada didekatnya mundur beberapa langkah.
"Carikan aku kontak Nicholas Sykes atau orang-orangnya, hubungi mereka segera. Katakan aku perlu bicara, hari ini juga. Cari tahu siapa yang menulis berita di surat kabar itu dan hapus semua berita yang tersebar di Internet. Minta Black dan Yellow yang melakukannya" perintahnya. Nada bicaranya masih lembut, namun dingin dan tak terbantahkan.
Sekarang ataupun dimasa lalu, wanita paling kejam akan selalu bersembunyi dibawah pasat lembut, tenang dan berbudi luhur. Yui Kito bagai contoh klasik wanita-wanita harem, yang akan punya seribu macam senyum diwajahnya, ia selalu nampak tenang sehingga sulit bagi orang lain untuk mengetahui pikiran sejatinya. Ekspresi marah, sedih, tertekan dan sebagainya seakan tidak pernah muncul di wajah cantiknya.
Media masa itu terkadang bakal bertindak amat kejam, mereka hanya berusaha mencari apa saja yang bakal menarik perhatian masa, tidak peduli dengan perasaan objek berita.
Jika kematian orang tuanya dikorek-korek lagi, artinya kasus Mikasa juga bakal ikut terseret. Semuanya akan runyam.
"Mungkin akan sulit, Mother. Berita itu sudah menyebar amat luas" kata wanita bernama Letta itu hati-hati dan penuh hormat.
"Lakukan saja" kata Yui hampir berteriak "Jangan biarkan siapapun mengorek-ngorek kehidupanku, apalagi membawa kematian orang tuaku"
"Ya, Mother" cicit Letta, baru pertama kali ia melihat 'Mother' begitu marah dan tidak bisa mengendalikan diri.
Belum lama setelah wanita bernama Letta pergi, muncul satu wanita lagi yang mengunakan seragam yang sama "Sharon Sykes ingin bertemu dengan Anda, Mother. Dan..."
"Katakan padanya aku sedang sibuk" kata Yui sambil memijat pelipisnya. Untuk sekarang ia butuh menenangkan pikirannya dan Sharon Sykes bakal membuatnya naik darah.
Setelah kasus Abiel dan Steve selesai ia sudah bersumpah tidak bakal berurusan dengan wanita ular itu. Ia sudah cukup diperlakukan amat buruk oleh keluarga itu.
"Tapi, dia sudah berada di ruang ibu kepala. Dia ngotot ingin bertemu, dia mengancam bakal mengamuk" jelas si wanita kedua.
Yui Kito mendesah keras. Apalagi sekarang? Apalagi yang diinginkan wanita itu?
Plak.
Sebuah tamparan panas mendarat si pipi Yui saat ia baru masuk keruangan itu bersama si wanita kedua.
Sharon Sykes sudah bersiap menghajar habis-habis Yui Kito jika saja seorang wanita berseragam khusus tidak menahan tangannya.
"Dasar jalang. Kau gunakan trik kotor itu lagi untuk menjebak putraku. Dahulu Jay, sekarang Nicholas. Dasar p*****r tidak tahu diri" Cecar Sharon Sykes, tangan boleh ditahan, tapi mulutnya masih bebas. Berbagai penduduk kebun binatang tak luput dari absennya.
"Nyonya, anda wanita terhormat bukan. Jaga bicara anda!" Hardik Yui Kito. Lihat, belum apa-apa wanita ular itu sudah memukul gedebuh perang dengannya. Jika Yui tidak bisa mengendalikan diri, ia bisa saja langsung menghancurkan rumah tangga Sharon Sykes dan Michael Sykes dengan satu kalimat pendek jika ia mau.
Sayangnya belum saatnya, dan ruang itu dipenuhi teriakan dan kegaduhan.
"Kalau anda tidak bisa menjaga perkataan anda silahkan keluar dari sini" kata ibu Kepala dengan geram. Wanita berusia setengah abad itu amat marah atas perlakuan tidak terhormat Nyonya Sykes, apalagi kepada Yui yang ia sudah anggap putri sendiri.
Nyonya Sykes amat kesetanan, ia lupa tata krama, ia lupa diri "Bagaimana caramu merayu putra-putraku hah? p*****r, jalang"
"Ibu, jaga bicaramu" teriak sebuah suara berat dari ambang pintu.
Jay Sykes.
Jika saja putranya tidak datang, Sharon Sykes sudah pasti mencakar-cakar dan mencabik-cabik habis wanita rubah itu. Ia juga tidak mungkin bisa duduk tenang di ruang yang sama dengan wanita yang asal usulnya tidak jelas itu di ruang ibu kepala panti yang elegan untuk ukuran sebuah panti asuhan. Bahkan furnitur dalam ruangan itu ia tahu harganya amat mahal.
"Itu anakku, kan?" tanya Jay mengabaikan ibunya yang terus menggerutu kecil tidak senang. Ia sedikit mengernyit dan menatap marah pada ibunya melihat asisten khusus Yui, Letta, sedang menerapkan obat pada pipi Yui yang merah dan hampir bengkak dengan cetakan telapak tangan.
Bahkan dalam mimpi terliarnya, ia tidak akan pernah memperlakukan Yui Kito dengan kasar. Dimata Jay, Yui Kito selalu terlihat seperti porselen rapuh yang akan rusak kapan saja, sehingga ia menjaganya dengan baik dan memperlakukannya dengan hati-hati.
Dan sekarang porselen rapuh itu hampir hancur ditangan ibu kandungnya, bagaimana mungkin ia tidak mendidih dari dalam.
Yui kito mengibaskan tangannya pada Letta yang telah selesai menerapkan obat, lalu mundur dengan sopan "Tenang saja, aku akan segera menggugurkannya" katanya dengan tenang.
Ibu dan anak itu sama-sama menoleh kaget, meski untuk alasan yang berbeda.
"Apa yang kau bicarakan?"
"Jadi itu anaknya Jay, bukan Nick?"
Tanya ibu dan anak itu hampir bersamaan.
Yui mengangkat bahunya "Tidak ada yang menginginkannya, Aku, Kau atau Anda, benarkan Nyonya Sykes?"
Saat Sharon Sykes akan menyemburkan kata-kata pedasnya, ia langsung mati kutu karena tatapan anak laki-lakinya itu. Sharon Sykes sudah berjanji tidak bakal mengusik Yui jika Jay setuju menikahi Kaella Kaznov. Tapi sekarang perkaranya lain, ini berhubungan dengan putranya yang lain "Lalu mengapa Nick mengakui itu anaknya dan mengumumkan akan menikahimu bahkan sebelum ia membicarakan dengan keluarganya terlebih dahulu?" tanya Nyonya Sykes akhirnya.
Sharon Sykes merasa mendidih saat menerima telepon dari temannya yang menanyakan perihal pernikahan Nicholas, bahkan orang lain lebih dahulu tahu darinya.
Nicholas bahkan belum meminta persetujuan, orang-orang lebih dahulu tahu dari keluarganya. Itu terlalu menyakitkan bagi Sharon Sykes. Harusnya ia wanita pertama yang diberi tahu.
Berita yang disebarkan media masa benar-benar bakal mempengaruhi karir Nicholas juga Bisnis keluarga Sykes. Jika pernikahan Jay membawa dampak baik karena menikahi penerus HIME, tentu akan sangat berbeda saat berita Nicholas menikahi Yui. Menikahi ibu dua anak dan sekarang mengandung lagi, dampaknya pasti amat buruk.
Wanita pemilik panti asuhan itu memijit pelipisnya lagi, ia mendadak kebelet kencing lagi "Aku bahkan tidak tahu ia bakal mengatakan lelucon seperti itu kepada media" kata Yui dengan tersenyum aneh. Penghinaan bercampur ketidakberdayaannya "Kuharap seseorang menghubunginya dan katakan aku tidak bakal menikah dengannya. Sama seperti aku tidak menginginkan anak ini. Sekarang aku hanya ingin sendiri, kalian boleh tinggal atau pergi, terserah, itu pilihan masing-masing. Sekarang aku permisi" katanya dan meninggalkan ruangan ibu kepala untuk segera menuju kamar mandi.
Sharon Sykes akan mengatakan sesuatu saat putranya itu mendelik kepadanya, jadi ia mengurungkan niatnya.