“Udah, kalian pergi aja! Aku mau masuk. Gak mau ikut kalian lagi,” rengek Naomi terlampau malu ditertawakan oleh ayah dan anak itu. “Jangan! Awa gak ketawa lagi kok.” Zahwa menutup mulutnya dengan kedua tangannya, lantas Samudra juga melakukan hal yang sama. “Ya udah, bentar. Ganti sendal.” Naomi berdengkus, kembali ke dalam untuk ganti sendal. Setelah itu kembali menemui mereka dan masuk ke dalam mobil. “Lain kali kabari dulu kalau mau datang. Setidaknya aku bisa bernapas dulu, gak kaya sekarang,” cerocos Naomi masih belum hilang rasa lelah akibat di buru. “Memangnya sekarang kamu gak bisa bernapas?” “Bisa. Tapi ngos-ngosan. Sudah jalan! Jangan ajak ngomong dulu! Aku harus mengatur napasku.” “Air mineral ada di samping jok.” Naomi menoleh, melihat ada air mineral, segera dia ambil

