"April, 1996 Teruntuk temanku, Ratih. Apa kabar? Pada akhirnya hanya aku yang bertahan di sini. Beberapa bulan lalu Fitri menghadap tuan. Dia bilang, tak lagi sanggup menghadapi tekanan dan memutuskan mengundurkan diri. Sama sepertimu, tuan memberinya sejumlah uang yang cukup besar untuk tutup mulut soal kondisi keluarga ini. Ku dengar, ia sekarang bekerja sebagai pengasuh di sebuah keluarga. Aneh bukan? Secara kamu dan aku tau betul bahwa Fitri tidak begitu menyukai anak kecil. Mungkin, pernikahan sungguh sudah merubah dia sepenuhnya. Ratih, menurutmu sampai kapan rahasia ini bisa kita simpan? Dari, Bagas." Surat pertama, namun cukup untuk membuat Dini mengernyitkan dahi. Benar, surat-surat yang difoto oleh Rizki tempo hari baru saja sampai. Pria itu nampaknya menggunakan jasa pengiri

