Empat Puluh Empat

1742 Kata

Jam menunjukkan pukul 9 malam, saat sebuah mobil mewah memasuki parkiran sebuah rumah sakit jiwa. Pintu di samping kursi kemudi terbuka, menunjukkan seorang laki-laki berjas hitam bergegas keluar dan membukakan pintu penumpang belakang. Tubuhnya sedikit membungkuk, menyambut pria yang berusia lebih muda darinya keluar dari dalam mobil. Berbeda dari dia, pria yang ia dampingi sudah tak lagi mengenakan jasnya, membiarkan potongan kain itu teronggok begitu saja di kursi penumpang beserta dasi yang seharian ini menjadi penunjang penampilannya. Rumah sakit jiwa itu tidak bisa sepenuhnya dikatakan sepi. Setiap gedung menyalakan lampunya hingga membuat bangunan tersebut terang benderang, belum lagi unit gawat darurat di sisi lain tampak ramai. Walaupun tempat ini adalah rumah sakit jiwa, pada ny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN